Kelapa Gading > Profil

Kesigapan Eva Lihat Bakat Anak Sedari Kecil

Minggu, 11 Februari 2018 21:15 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Maria Cheryl Gwyneth, putri semata wayang Eva
Maria Cheryl Gwyneth, putri semata wayang Eva
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Kesigapan Eva lihat bakat anak semata wayangnya Maria Cheryl sedari kecil, dengan terus memperhatikan dan menemani di setiap tumbuh kembang dari lahir.

KELAPA GADING - Maria Cheryl Gwyneth, gadis cilik yang lahir premature tak disangka memiliki segudang prestasi yang buat bangga kedua orang tuanya. Eva Christine Luisa, sang Ibunda sempat pesimis ketika Cheryl (sapaan Maria-red) lahir dengan berat 1.440 gram pada 2010 lalu.

"Awalnya saya kurang terima dengan keadaan ini, tapi saya yakin ini amanah Tuhan dan setiap anak pasti memiliki potensi alami,"ujarnya saat berbincang dengan infonitas.com, Sabtu (10/2/2018) sore.

Namun, seiring berjalannya waktu, Eva tidak sengaja melihat potensi yang dimiliki anaknya saat berusia 1 bulan. Ketika itu, Cheryl memiliki kebiasaan membuka-buka lembaran majalah dan menggores lembaran dengan jari-jarinya sehingga keluar suara.

"Saat saya memang melihat dari kecil seperti itu, saya punya keyakinan ini anak pasti punya bakat dari sanalah saya kasih kaset musik musik saya putarkan, saat diputar dia senang dan gerak gerak jari dan tangannya padahal usianya baru masih di bawah 1 tahun,"ungkapnya.

Asalnya tidak yakin kalau Cherly memiliki potensi ini, namun saat mulai sekolah di Sweet Butterfly Montesori gurunya memberitahu bahwa anaknya memiliki pontesi besar dan harus dikembangkan.

"Banyak orang yang melihat kalau anak saya punya potensi, salah satunya teman saya yang di perhimpunan artis Cilik yang menyebut anak saya suaranya bagus,"ujarnya.

Maria Cheryl Gwyneth, putri satu-satunya yang saat ini berusia 8 tahun memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik sejak kecil. Selain itu dirinya sangat cepat belajar hal baru seperti olah vokal dan juga piano.

"Ada orang mungkin kan stress memiliki anak lahir 7 bulan dan punya kekurangan, tapi pas ada potensi dan ternyata dia punya sesuatu, ada semangat baru bagi saya. Setelah tahu potensi anak saya engga nge push dia, saya mau dia punya kemampuan yang dikasih Tuhan berjalan dengan baik dan berguna bagi orang lain juga,"jelasnya.

Untuk menggali dan mengembangkan potensi Cheryl, memasukan ke les merupakan cara yang diambil oleh Eva. “Saat saya tanya dia mau, saya enggak maksa. Saat ini anak saya les vokal dan piano,"jelasnya.

Eva menilai orang tua harus dapat menangkap pontesi yang dimiliki anak, jangan pernah egois dan memaksakan kehendaknya.

"Orang tua harus sabar dan terus mendukung potensi, jangan egois memaksa anak sesuai keinginannya. Orang tua harus masuk ke jiwa anaknya itu sehingga balik ke diri kita sendiri, kalau memaksakan yang engga disukai pasti anak berontak. Kemudian saat tahu potensi anaknya saluran ke orang yang bisa mengolahnya,"tutupnya.

 

Berita Terkait