Kelapa Gading > Profil

Bertahan Hidup di Negeri Orang Ala Ardi Malik

Kamis, 07 Desember 2017 16:35 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Ardi Malik, GM Hotel Ibis Style Jakarta Sunter
Ardi Malik, GM Hotel Ibis Style Jakarta Sunter
Foto : Ferico Anaska

Share this








General Manager Hotel Ibis Style Jakarta Sunter Ardi Malik memiliki cara bertahan hidup di negeri orang dengan bekerja sebagai loper koran.

KELAPA GADING - Ardi malik, General Manager Hotel Ibis Styles Jakarta Sunter memiliki pengalaman hidup yang tak bisa ia lupakan. Pelajaran tentang bagaimana bertahan hidup di negeri orang telah ia rasakan sejak mengenyam pendidikan di Iowa State University, Amerika Serikat pada 1998.

Saat itu, Indonesia tengah mengalami krisis moneter, ditambah kondisi orang tuanya yang sakit-sakit membuat Ardi harus membiayai kuliah sendiri di negeri Paman Sam. Untuk bertahan hidup, ia  bekerja sebagai loper koran. Buah kerja kerasnya, akhirnya ia bekerja sebagai front desk di salah satu hotel di Amerika.

Pada 2004, Ardi kembali kembali ke Indonesia dan menjalankan bisnis keluarga di Lombok. Namun, selang beberapa bulan,  ayah satu anak ini kembali lagi ke dunia perhotelan. Berbagai jabatan pernah ia rasakan, mulai dari Duty Manager, Asisten Manager, HRD Manager, Executive Assistant Manager, dan General Manager. Akhirnya pada Agustus 2017 Ardi berlabuh ke Hotel Ibis Styles Jakarta Sunter sebagai General Manager.

"Bekerja dihotel sebagai General Manager bisa menyalurkan Sense of Business saya dalam kapasitas sebagai professional hotelier"ungkapnya.

Pria kelahiran lombok 21 Februari 1976 ini percaya dengan kerja keras sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita. Menurut ia, memiliki mimpi besar itu wajar, tetapi dalam meraihnya harus bertahap.

“Bermimpi besar boleh, mengambil langkah kecil untuk mulai mewujudkan cita2 itu adalah step yg sangat krusial,"katanya

Posisi sebagai General Manager, menurut Ardi ada tantangannya. Ia menyebutkan seperti bagaimana meyakinkan customer dan tim kerja bahwa product mereka adalah premium. Kemudian, membuat tamu puas dan kembali lagi, jadi bukti nyata dari product yang premium tadi.

Sebagai Pemimpin dalam bekerja,  ia lebih senang berdemokrasi dan melakukan pendekatan seseperti teman serta merangkul bawahannya. "Sekarang bukan zamannya lagi kalau ketemu atasan nunduk, tetapi saya senang bersama-sama mengeluarkan ide dan saya yang akan mengambil keputusan sehingga fun untuk dijalankan,"tutup pria yang hobi jogging ini.