Kelapa Gading > Pendidikan

Trinity Nasional Plus School Fokus Pada Pembentukan Karakter Anak

Rabu, 13 September 2017 17:07 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Muhammad Azzam

Trinity Nasional Plus School
Kegiatan belajar mengajar di Trinity Nasional Plus School
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Trinity Nasional Plus School menggunakan metode belajar yang mengasikkan bagi anak. Walaupun terlihat seperti bermain tapi mengandung makna pembelajaran

KELAPA GADING – Banyak penelitian menunjukkan masa emas (golden age) dalam perkembangan anak terjadi pada usia pra sekolah atau 2-8 tahun, dimana 80% perkembangan kognitif telah dicapai pada masa ini. Perkembangan kognitif anak harus mendapat stimulasi agar dapat berkembang optimal.

Hal itulah yang mendasari munculnya Preschool atau Taman Kanak-Kanak di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara mulai dari standar Nasional hingga Internasional. Preschool Trinity National Plus School Salah satunya. Sekolah ini hadir di Jalan Boulevard Bukit Gading Raya, Komplek Ruko Bukit Gading Mediterania AA 1-2, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara sejak 2014.

Umi Lusiani, Kepala Sekolah Preschool Trinity National Plus School mengatakan pihaknya ingin memberikan pendidikan berkualitas, baik dari segi pembentukan karakter maupun intelektual. Sehingga mencetak anak-anak yang memiliki: faith, character, dan smart.

“Sekolah kami memang fokus di Preschool dan Kindergarten. Kami disini tidak hanya mengedepankan pendidikan intelektual, terpenting ialah pembentukan karakter anak. Karena di usia prasekolah ini sangat baik dalam menanamkan pondasi karakter baik bagi anak. Kami membantu para orang tua dalam menanamkan pondasi anak di usia dini dengan hasil yaitu anak itu memiliki iman, berkarakter baik, dan tentunya smart pintar intelektualnya," ungkapnya kepada infonitas.com, Rabu (13/9/17).

Untuk menghadapi anak prasekolah ini tentunya menggunakan cara pendekatan pembelajaran yang berbeda. Trinity Nasional Plus School menggunakan metode belajar yang mengasikkan bagi si anak. Seperti bernyanyi, syair, mendengarkan cerita dan kegiatan di luar sekolah.

“Dengan metode itu walaupun terlihat seperti bermain tapi di dalamnya mengandung makna pembelajaran. Kita fokus pada holistik atau keseluruhan perkembangan anak, baik perkembangan, sosial, bahasa, emosional dan intelektual. Contoh untuk mengajarkan anak berbagi dan kepedulian kami ajak anak mengunjungi panti asuhan agar terbentuk karakter tersebut dalam diri anak. Sesuai visi sekolah kami ingin mencetak anak menjadi calon pemimpin. Minimal harus punya tiga karakter utama yaitu taat, tanggung jawab, dan kejujuran. Trinity Nasional Plus School fokus pada pembentukan karakter,” ungkapnya.