Kelapa Gading > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Vonis Ahok Dianggap Imbas Ucapan Kontroversial

Rabu, 10 Mei 2017 12:01 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Adi Wijaya

Ahok di depan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara saat Sidang Putusan, Selasa (9/5/2017).
Ahok di depan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara saat Sidang Putusan, Selasa (9/5/2017).
Foto : istimewa

Share this








Warga menilai, andai saja Ahok lebih menjaga ucapan saat berpidato di Kepulauan Seribu, ia tidak akan mendapat vonis dua tahun penjara.

KOJA - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah mengetok palu atas putusan terhadap terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (9/5/2017). Status terdakwa Ahok pun berubah menjadi terpindana. Hal ini lantas menuai tanggapan beragam dari masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menanggapi positif, namun tak sedikit menanggapi negatif.

Seorang karyawan di kawasan Koja, Jakarta Utara, Yoga Pradana (30) menanggapi positif vonis hakim tersebut. Menurutnya, Ahok pantas mendapatkan hukuman lantaran dianggap menistakan salah satu agama.

"Sudah sepantasnya (dia) dihukum," ujar Yoga saat ditemui di Jalan Mawar, kelurahan Koja, Rabu (10/5/2017).

Dia menerangkan, jika Ahok tak divonis bersalah, maka diduga akan ada perpecahan antar-umat di Jakarta, bahkan di Indonesia. Soalnya, lanjut Yoga, ucapan Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu beberapa bulan silam menyayat hati umat Islam.

"Ini imbas ucapannya yang kontrovesial dan dianggap menyakiti orang lain," katanya.

Baca Juga : Pemberantasan DBD di Jakut Fokus ke Tatanan Ini

Berbeda dengan Wisnu Andriansyah (36). Dia menyangkan putusan hakim yang memvonis Ahok dengan hukuman dua tahun penjara. Padahal, menurutnya, tak ada satupun bukti yang membenarkan dia telah menistakan agama.

"Putusan hakim justru telah mencederai keadilan di Indonesia. Seakan-akan hakim terintervensi atas dorongan umat mayoritas," katanya.