Kelapa Gading > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Vonis Ahok di Mata Pedagang Kaki Lima

Rabu, 10 Mei 2017 15:03 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Pedagang kaki lima di Kelapa Gading
Pedagang kaki lima di Kelapa Gading
Foto : Amin Hayyu Al Bakki

Share this








Vonis yang diterima Ahok dinilai terlalu berat. Meski begitu, warga setuju jika Ahok memang harus mempertanggungjawabkan ucapannya.

KELAPA GADING- Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok resmi dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok divonis usai terbukti secara sah melakukan penodaan agama seperti yang disebutkan dalam Pasal 156a KUHP.

Usai palu putusan atau vonis diketuk ketua majelis hakim, reaksi beragam muncul dari seluruh lapisan masyarakat. Ada yang menganggap jika tak sepantasnya seorang Ahok dijatuhi hukuman tersebut. Seperti yang terlontar dari mulut seorang pedagang kaki lima di Kelapa Gading yang bernama Abdul Halim (39) misalnya.

"Memang Pak Ahok itu dilihatnya ceplas-ceplos, tapi kerjanya dia bagus dan bersih. Hakim harusnya pertimbangkan itu sebelum kasih hukuman ke Ahok," ujarnya saat ditemui di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (10/5/2017).

Abdul yang telah berjualan gorengan selama hampir enam tahun itu menyampaikan, vonis hukuman untuk Ahok terlalu berat. Meski begitu, ia setuju jika suami dari Veronica Tan tersebut memang harus mempertanggungjawabkan ucapannya terkait Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Tapi kalau sampai dua tahun ini ya menurut saya kelamaan. Pak Ahok kan bukan kriminal atau koruptor," tambah dia.

Baca Juga: Urgensi Kajian Lahan di Area Longsor Setu-Tangsel

Abdul pun berharap, hukuman Ahok minimal bisa dikurangi melalui proses banding yang diajukan olehnya. Selain itu, lanjutnya, usai ditetapkannya Ahok sebagai terpidana kasus penodaan agama, situasi masyarakat di DKI Jakarta bisa kembali tenang.

"Jangan ada demo-demo lagi lah, kan udah beres semuanya," kata Abdul mengakhiri.