Kelapa Gading > Laporan Utama

‘Unggah Video Rapat Bisa Timbulkan Kegaduhan’

Jumat, 15 Desember 2017 14:58 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Ilustrasi Video rapat semasa kepemimpinan Ahok
Ilustrasi Video rapat semasa kepemimpinan Ahok
Foto : istimewa

Share this








Ketua RW 05 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara Nurus Shobah menilai unggah video rapat bisa timbulkan kegaduhan antara DPRD dan Pemprov.

TANJUNG PRIOK – Kebiasaan transparansi Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memimpin DKI Jakarta dulu, kini seakan hilang seperti uap. Artinya, pemimpin baru yakni Anies-Baswedan dan Sandiaga Uno tidak mengikuti jejak mereka. Terutama dalam hal mengunggah video rapat bersama SKPD, swasta maupun DPRD.

Menurut Nurus Shobah, Ketua RW 05, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara tidak diunggahnya video rapat oleh Anies-Sandi, karena ingin jaga hubungan dengan DPRD. Sebab, selama kepemimpinan Ahok, Pemprov DKI kerap bermusuhan dengan DPRD.

"Kita akui hubungan terburuk adalah pada era pak Ahok dimana eksekutif dan legislatif saling curiga tidak saling percaya, sehingga selalu timbul kegaduhan terus menerus dan itu tidak baik kalau selalu dilihat oleh publik," jelasnya saat dihubungi infonitas.com, Jumat (15/12/2017).

Ia beranggapan mengunggah video sebagai wujud transparansi, harus dilihat dari segala sudut pandang. Kalau sekedar untuk menujukkan kekuatan dan kelemahan antar lembaga dan itu akan merusak harmonisasi hubungan eksekutif dan legislatif atau hubungan antara atasan dan bawahan tentunya hal tidak perlu untuk di upload ke publik .

"Cukup hasil rapatnya yang di sampaikan ke publik .Karena ini kerja bersama ya kerja tim bukan kerja seseorang , kerja semua lembaga bukan kerja superman," ungkapnya.