Kelapa Gading > Laporan Utama

Tugas Berat Panwascam Kelapa Gading

Rabu, 11 Januari 2017 17:27 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Panwascam Kelapa Gading
Panwascam Kelapa Gading

Share this





Tanggung jawab Panwascam tidak sedikit. Ini adalah tugas bangsa dan negara, harus dilakukan dengan sepenuh hati.

KELAPA GADING - Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) memiliki kerja dan tanggung jawab yang cukup berat. Selain mengawasi pelanggaran di Pilkada DKI, Panwascam juga wajib membuat laporan terkait semua proses pilkada, seperti letak TPS, biodata anggota KPPS dan pengawas TPS.

Demikian dikatakan Panwascam Kelapa Gading Yossy Roseha saat ditemui di sekretariat di Gedung Judo, Kelapa Gading, Rabu (11/1/2017).

"Tugas panwascam tidak ringan karena harus melaksanakan tugas pengawasan sepanjang proses pemilihan. Tidak boleh ada tugas yang tidak terlaksana. Laporan saja harus diserahkan setiap satu kali dalam dalam satu pekan,"papar Yossy.

Belum lagi, tugas meningkatkan akurasi daftar pemilih, mengendalikan politik uang, dan menjaga kedaulatan pemilih. Serta, meningkatkan partisipasi pemilih, menjaga proses pemungutan dan penghitungan suara dan melaksanakan tugas penegakan hukum terkait tahapan pemilihan.

"Ini merupakan tugas cukup berat. Kita memiliki beban moral. Ini adalah tugas bangsa dan negara, sangat dibutuhkan kosistensi harus dijalankan dengan sebaik mungkin demi suksesnya Pilkada DKI 2017 ini," pungkasnya.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Ini Penyebab Jembatan Besi Kali Rawa Sengon Tak Dipagar

Rabu, 22 Februari 2017 20:55 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Jembatan Besi Kali Rawa Sengon. (Adi)
Jembatan Besi Kali Rawa Sengon. (Adi)

Share this





Jembatan penyeberangan kali yang tak berpagar, diklaim Lurah Kelapa Gading Barat, Suci Cintya disebabkan ketidakjelasan status tanah.

KELAPA GADING - Jembatan Besi Kali Rawa Sengon telah menelan korban jiwa. Saat hujan deras, seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua, Denis Nenometa (35) tergelincir saat melintas menggunakan sepeda motornya, pada Selasa (21/2/2017) sekitar Pukul 06.00 WIB.

Jembatan penyeberangan kali yang tak berpagar, diklaim Lurah Kelapa Gading Barat, Suci Cintya disebabkan ketidakjelasan status tanah. Menurutnya, masih ada sengketa tanah Lantara masih diklaim milik Pertamina.

"Lokasi ini masih 'Grey Area'. Berbatasan antara Kelapa Gading dan Koja," ujar Suci Cintya saat ditemui di lokasi persemayaman PPSU kelurahan Pegangsaan Dua, di Gereja Bethel Indonesia Rawa Sengon, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (22/2/2017).

Agar tak lagi menelan korban jiwa, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan mencarikan dana CSR guna mempugar jembatan itu. Sebab, jika menggunakan dana APBD justru akan menyalahi aturan undang-undang.

"Tadi Pak Ahok ke sini. Dia bilang akan mencarikan dana CSR untuk pembangunan jembatan," tutupnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membiayai seluruh rangkaian persemaian dan pemakaman korban. Direncanakan, korban akan dimakamkan di kampung halamannya, di Kabupaten Soe Numbena, Kupang, NTT.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Kali Rawa Indah Dangkal, Pegangsaan Dua Masih Kebanjiran

Rabu, 22 Februari 2017 15:10 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Pegangsaan Dua banjir
Pegangsaan Dua banjir

Share this





Kelurahan Pegangsaan Dua masih terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter akibat luapan Kali Rawa Indah.

KELAPA GADING – Pasca banjir besar di Ibukota akibat intensitas curah hujan tinggi pada Selasa (21/2/2017) kemarin, , ternyata kondisi Jalan Rawa Indah, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara masih tertutup air setinggi 15 sentimeter.

Banjir yang diakibatkan luapan kali Rawa Indah yang berada diantara Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading dan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. Kondisi sungai aliran dari Kali Sunter tersebut dangkal dan menyempit sekitar dua meter.

"Lebar kali saat ini tak sampai enam meter. Padahal, pada 1970 lalu kali lebarnya sekitar delapan meter," ungkap Warga RT07/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara Essih, Rabu (22/2/2017).

Pria berusia 60 tahun ini menceritakan, banjir memang sudah menjadi langganan di kediamannya tiap tahun. Namun, kondisi tahun ini tidak separah dibanding sepuluh tahun yang lalu. "Kemarin di sini banjirnya hanya sekitar 60 sentimeter. Kalau tahun 2007 kemarin bisa mencapai sekitar dua meter," paparnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Anggota PPSU Kelapa Gading Ditemukan Mengenaskan

Rabu, 22 Februari 2017 14:10 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Tim SAR pencarai Jasad anggota PPSU Kelapa Gading
Tim SAR pencarai Jasad anggota PPSU Kelapa Gading

Share this





Dalam menanggulangi banjir yang terjadi di Kelapa Gading Barat, satu pekerja PPSU terpleset dan terhanyut di Kali Penghubung, Rawa Betik, Jakarta Utara.

KELAPA GADING – Akhirnya, petugas Penanganan Prasaranan dan Sarana Umum (PPSU) Denis Nenometa (35) yang menghilang di Kali Penghubung, Rawa Betik, Jakarta Utara ditemukan.  Jasad pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini diketemukan masih mengenakan seragam tugas.

"Korban ditemukan sekitar Pukul 11.45 WIB," ujar Satriadi Billy Gunawan, Kasudin PKP Jakarta Utara saat ditemui di sisi Kali Penghubung Betik, Rawa Sengon, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Rabu (22/2/2017).

Dia menjelaskan, korban ditemukan oleh Tim Gabungan Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Utara dalam kondisi membiru. "Pencarian kami lakukan dengan mengunci arus air," paparnya.

Untuk diketahui, Denis Nenometa dikabarkan terpeleset saat melintas menggunakan sepeda motor Jupiter Putih B.3577 UFD. Korban meninggalkan seorang istri hamil tujuh bulan dan satu anak usia lima tahun.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Harapan Menanti Kelahiran Anak Kedua Sirna

Selasa, 21 Februari 2017 19:00 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adi Wijaya

Situasi rumah duka korban banjir di Kelapa Gading
Situasi rumah duka korban banjir di Kelapa Gading

Share this





Erny Benu masih tak percaya sang suami, Denis Nenometa, tenggelam saat bekerja dan hingga kini belum ditemukan oleh tim SAR.
 
KELAPAGADING - Bagai petir di siang bolong, penantian kelahiran anak kedua Erny Benu (26), istri korban tenggelam Denis Nenometa (31) bersama-sama telah sirna. Sang suami justru dikabarkan telah menghilang sekira Pukul 05.45 WIB, saat melintas di jembatan besi, Kali Penghubung Rawa Betik, Rawa Sengon, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Usia kandungan Erny Benu telah memasuki bulan ke-tujuh. Direncanakan, anak kedua pasangan keturunan Kupang, NTT itu akan lahir pada Mei 2017 mendatang.
 
"Anak pertama kami bernama Reldy Nenometa (5)," ungkap Erny dengan mata sembab saat ditemui di kediamannya, di Jalan Rawa Sengon RT002/02, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/2/2017).
 
Susah payah, Erny mengenang keseharian suaminya yang termasuk pekerja giat. Sebelum bergabung dalam Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua pada 2015 lalu, dia bekerja disebuah perusahaan swasta.
 
"Memang kemampuan dia di dunia kebersihan. Saat bekerja di perusahaan swasta pun dia divisi kebersihan," ungkap Yonas Nenometa (44), Kakak Kandung Korban.
 
Sebelum kejadian naas terjadi, Yonas sempat akan mengingatkan korban untuk waspada saat bekerja karena sedang hujan deras. Namun, sambungan telepon Yonas tadi malam tak sempat terangkat oleh korban.
 
"Dia sempat menginap di rumah saya pada Jumat (17/2/2017) lalu. Tak ada satupun ungkapan tersirat darinya yang ingin meninggalkan kami. Dia orangnya pendiam," paparnya.
 
Kondisi kandungan Erny yang semakin membesar, tentu cukup menghawatirkan perekonomian keluarga itu. Yonas berharap ada kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap istri korban, "Denis merupakan tulang punggung keluarga. Anak pertama juga sudah memasuki usia sekolah dasar," tutupnya.
Kelapa Gading > Laporan Utama

Anggota PPSU Tenggelam Sulit Ditemukan

Selasa, 21 Februari 2017 18:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Tim SAR
Tim SAR

Share this





Derasnya arus air di Kali Penghubung, Rawa Betik, Kelapa Gading Barat membuat tim pencari anggota PPSU yang tenggelam sulit ditemukan.

KELAPA GADING BARAT – Anggota Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua, Denis Nonemeta yang dikabarkan menghilang di Kali Penghubung, Rawa Betik, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Barat sulit ditemukan. Hal ini disebabkan oleh derasnya arus  sungai aliran Kali Sunter.

"Kita masih melihat sikon arus untuk menerjunkan tim penyelam," ujar Abdul Wahid, kepala Seksi Operasi Sudin Damkar Utara, saat ditemui di Jalan Raya Sengon, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/2/2017).

Meskipun, tim gabungan dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Saka Bhakti Pramuka Kwarcab Jakarta Utara, Basarnas, Polisi, TNI, dan Satpol PP Kelapa Gading untuk mencari Deni. Namun, Abdul mengatakan pencarian pria berusia 41 tahun tersebut akan dilanjutkan esok hari.  

"Pencarian menggunakan tiga perahu karet. Dua perahu bermesin dan satu dayung," katanya.

Sementara itu, untuk mengamankan warga yang menonton aksi penyelematan tersebut, dikerahkan personel dari Kepolisian Sektor Kelapa Gading dan Koramil Kelapa Gading. "Polisi dan TNI memberikan bantuan pengamanan warga. Sedangkan kami melakukan pencarian korban," tutupnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Ini Penyebab Kelapa Gading Barat Masih Banjir

Selasa, 21 Februari 2017 17:13 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Jalan Gading Bukit Indah banjir
Jalan Gading Bukit Indah banjir

Share this





Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter sejak pagi tadi hingga sore ini belum juga surut di kawasan Kelapa Gading Barat, khususnya Bukit Gading Raya.

KELAPA GADING BARAT – Meluapnya kali Sunter di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara menyebabknan banjir hingga sekarang belum juga surut. Penyebabnya, kekurangan alat untuk menyedot luapan air Kali Sunter atau pompa air.

Lurah Kelapa Gading Barat, Suci Cintya Polaputri mengatakan saat ini hanya terdapat dua pompa portable yang disediakan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, dan satu unit dari Pemadam Kebakaran.

“Ini kan penyebabnya Kali Sunter meluap, dua pompa portable sudah kita kerahkan, satu unit dari Damkar tapi sementara belum surut,” ujar Suci kepada infonitas.com, Selasa (21/2/2017).

Suci mengatakan jika hujan tidak kembali mengguyur kawasan Kelapa Gading Barat maka dipastikan banjir sudah surut total sekitar pukul 19.00 WIB. Saat ini, pihak petuga Suku Dinas Sumber Daya Air dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Kelapa Gading Barat serta petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara sedang menyedot air di sepanjang area yang terendam banjir.

“Kita sedang upayakan terus, ya kalau tidak hujan lagi, kemungkinan kita harap jam tujuh malam sudah tidak banjir,” jelasnya.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Suci mengungkapkan saat ini Sudin SDA Kelapa Gading sedang membangun rumah pompa air di Boulevard Barat. Selain itu, akan membersihkan lumpur serta pasir yang terbawa arus air di saluran-saluran air sekitar kawasan banjir.

“Kita sedang pembangunan rumah pompa di Boulevard Barat, nanti kalau mesin pompa sudah berfungsi ya tidak terjadi banjir lagi, saluran-saluran kecil kita buka, kita bersihkan. Tadi sebenarnya saluran air depan tol mau dibongkar tapi keburu banjir, ya enggak jadi,” jelasnya.

Dia pun menghimbau kepada warga di Kelapa Gading Barat untuk waspada terhadap banjir, mengingat intesitas curah hujan tinggi. Sedang mesin pompa air belum mencukupi untuk menyedot kapasitas air luapan Kali Sunter.

“ Antisipasi pencegahan, kita sudah langsung action saat ada genangan. Warga juga harus siaga,” Kata dia.

Berdasarkan data informasi yang Ia peroleh, beberapa titik di wilayah kelurahan Kelapa Gading Barat sudah mulai surut. Seperti di Boulevard Utara, Pelpeah Utara, Gading Nias dan Boulevard Barat sudah mulai surut. Adapun ketinggian air bervariai, mulai 20 hingga 30 sentimeter.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Banjir di Depan MOI Mulai Surut

Selasa, 21 Februari 2017 16:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Banjir depan MOI mulai surut
Banjir depan MOI mulai surut

Share this





Banjir di jalan Bouleverd Barat Raya atau depan Mall Of Indonesia (MOI) sudah mulai menyusut, saat ini ketinggian air sekitar 20 sentimeter.

KELAPA GADING BARAT - Banjir yang menggenangi Jalan Boulevard Barat Raya, atau di depan Mall of Indonesia (MOI) mulai surut sekitar 20 sentimeter. Penurunan air dipercepat lantaran mendapatkan tambahan pompa air dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara.

"Kita juga operasikan dua unit pompa mobil di sini," ujar Idrisman, Kepala Sektor Kelapa Gading Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, saat ditemui di Jalan Boulevard Barat Raya, Selasa (21/2/2017).

Dia menjelaskan, total terdapat lima pompa air guna membuang air ke aliran kali Sunter. Tiga pompa lainnya yakni milik Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta."Kita terus buang aliran air hingga ruas jalan bisa dilalui kendaraan," tutupnya.

Diketahui, Banjir mulai menggenangi ruas jalan tersebut sejak Pukul 06.00 WIB. Ketinggian air yang mencapai 40 sentimeter itu sempat tak dapat dilintasi pengendara sepeda motor.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Akses Jalan Rukan Gading Bukit Indah Terhalang Banjir

Selasa, 21 Februari 2017 16:07 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Nurul Julaikah

Jalan Bukit Gading Indah banjir
Jalan Bukit Gading Indah banjir

Share this





Akses jalan menuju komplek Gading Bukit Indah tertutup oleh banjir, akibatnya banyak warga yang terhenti aktivitasnya.

KELAPA GADING BARAT – Hujan deras yang melanda Ibukota sejak kemarin malam membuat Kali Sunter di Kelapa Gading meluap. Akibatnya akses masuk ke Komplek Gading Bukit Indah terendam banjir mulai pagi pukul 06.00 WIB.

Pantauan infonitas.com, Hingga saat ini ketinggian air sekitar 50 cm yang merendam sepanjang jalan Bukit Gading Raya, Kelapa Gading Barat belum juga surut. Banyak warga yang hendak beraktivitas terhenti dan terpaksa menuntun sepeda motor yang dikendarai untuk dapat masuk ke komplek yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Salah satu karyawan minimarket di dalam ruko perniagaan tersebut, Indah mengungkap sudah terjebak banjir sejak pukul 07.00 WIB. Perempuan lajang ini mengaku terpaksa menerobos banjir dengan menuntut kendaraannya agar tidak telat masuk kerja.

“Tadi saya jam tujuh pagi udah banjir segini (Nunjukin atas lutut), aku tuntun tadi motor ku mbak,” ujar Indah kepada infonitas.com, Selasa (21/2/2017).

Indah juga mengatakan akibat banjir, minimarket terpaksa beroperasi sekitar pukul 13.00 WIB. Dia bersama rekan kerjanya harus kerja bakti terlebih dahulu membersihkan toko yang tergenang air akibat atap ruko bocor.

“Kita baru bukan jam satu siang tadi, mbak,” ucapnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Komplek PT HII Terendam Banjir

Selasa, 21 Februari 2017 15:41 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Nurul Julaikah

Komplek PT HII banjir
Komplek PT HII banjir

Share this





Hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan Kali Sunter di Jakarta Utara meluap dan mengakibatkan pemukiman penduduk di komplek PT HII terendam banjir.

KELAPA GADING TIMUR – Banjir rupanya juga mengancam kawasan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Pasalnya sejak pagi tadi di komplek PT HII terendam air setinggi 50 sentimeter.

Salah satu warga di Komplek tersebut, Luki Junizar mengatakan air mulai memasuki kediaman sejak pukul 05.00 WIB. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB air mulai meninggi hingga diatas lutut orang dewasa.

“Ini naik lagi airnya, depan rumah sudah diatas lutut,” ujar Luki kepada infonitas.com, Selasa (21/2/2017).

Namun, saat ini sudah mulai surut, warga yang mendiami komplek tersebut sedang bersih-bersih akibat banjir yang merendam perumahan mereka pagi tadi. Pria berusia 29 tahun tersebut mengungkapkan luapan Kali Sunter sebabkan kawasan di komplek rumahnya terendam banjir,

“Kalau hujan enggak berhenti-berhenti ya begini, nanti Kali Sunter meluap,” kata lajang yang bekerja di perusahaan swasta ini.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Banjir Jadi Ladang Keceriaan Anak

Selasa, 21 Februari 2017 15:28 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Anak-anak main banjir
Anak-anak main banjir

Share this





Saat banjir melanda tidak selalu meresahkan warga, terlihat anak-anak malah asyik bermain di dalam luapan air Kali Sunter.

KELAPA GADING BARAT - Banjir disejumlah ruas Jalan di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara tidak melulu mencemaskan bagi warga dan pengguna jalan. Namun, beberapa anak justru memanfaat luapan air Kali Sunter yang menggenangi badan jalan menjadi arena bermain.

Seperti delapan anak di Jalan Boulevard Barat Raya asyik bermain dikeruhnya banjir setinggi 30 sentimeter. Meski ruas jalan masih dilintasi kendaraan, mereka tidak takut akan hal tersebut.

"Kapan lagi bisa main banjir di jalan raya," ujar Roni (12), warga Jalan Inspeksi Kali Sunter, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/2/2017).

Sementara itu, sejumlah anak justru berenang diluapan kali Bendungan Batik, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka bahkan menyiapkan sebuah ban besar untuk menambah keceriaannya bermain air. "Ban ini dikasih sama bapak saya," katanya.

Diketahui, kawasan sentra bisnis Kelapa Gading itu sempat lumpuh. Akses ruas jalan itu juga sempat tak dapat dilalui kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.