Kelapa Gading > Laporan Utama

Taruna STIP Alami Luka Dalam

Rabu, 11 Januari 2017 15:01 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this





Taruna STIP tewas dianiaya seniornya. Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan sejumlah luka di jasad korban.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Awal Chairudin mengatakan, dokter menemukan sejumlah luka di jasad Amirulloh Aditya Putra (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tewas dianiaya seniornya.

Antara lain di bibir bawah dan organ dalam korban. Juga, ditemukan bintik resapan darah di jantung dan paru-paru korban, serta kelenjar liur. Di bagian lambung korban juga ditemukan cairan hitam.

Namun, awal tak menjelaskan cairan hitam tersebut. “Pemeriksaan lain, tidak ditemukan zat narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam kasus ini, 5 orang taruna STIP menjadi tersangka. Para pelaku, kini, ditahan kepolisian,” katanya, Rabu (11/1/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus berawal usai kegiatan drum band sekitar pukul 17.00 WIB. Salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya. Mereka berencana memplonco para juniornya.

“Mereka berencana ngerjain 6 orang juniornya yang baru tingkat 1. Pada pukul 22.00 WIB, keenamnya dikumpulkan di lantai 2 kamar M-205 gedung dermotery ring 4. Kemudian mereka memukul juniornya ke arah perut, dada dan ulu hati secara bergantian dan berulang-ulang," tutur Awal di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2016).

Saat pelaku bernama Willy Hasiholan memukul korban Amirulloh, dia sempat melontarkan perkataan, "Sama-sama anak Priok." Seketika tubuh korban ambruk lantaran pukulan dengan tangan kosong pelaku menjurus perut, dada, dan uluhati korban. Para pelaku memukul bergantian dan berulang-ulang.