Kelapa Gading > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Tanpa SIM A, Sopir Bajaj BBG di Kelapa Gading Kerap Hindari Razia

Kamis, 13 April 2017 16:16 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Bajaj BBG yang beroperasi di kawasan Kelapa Gading
Bajaj BBG yang beroperasi di kawasan Kelapa Gading
Foto : Adi Wijaya

Share this





Peraturan setiap pengemudi angkutan umum harus memiliki SIM A ternyata diabaikan sopir bajaj BBG yang kerap hindari razia polisi.

KELAPAGADING - Demi mematuhi peraturan lalu lintas, seharusnya para sopir Bajaj Bahan Bakar Gas (BBG) harus memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A Umum. Kenyataannya, pengemudi transportasi umum roda tiga ini justru tidak memiliki SIM sebagai syarat berkendara.

"Kita menghindar kalau ada razia. Biasanya razia gabungan, petugas Polisi dan Dishub (Dinas Perhubungan)," ungkap Sutrisno (43), sopir Bajaj BBG saat ditemui di Jalan Gading Putih Raya, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/4/2017).

Dia menceritakan, pernah beberapa kali kendaraannya tertopang aparat gabungan. Namun, bajaj yang dikendarainya tak disita lantaran surat perizinan dan uji KIR masih berlaku.

"Hanya dinasehati saja sama pak Polisi untuk segera membuat SIM A," ungkapnya.

Baca juga : Pemilik Bemo Minta Suntikan Modal dari Pemerintah

Lebih jauh, Dia menjelaskan, ketidakmilikian SIM A disebabkan minimnya penghasilan yang didapatkannya. Legalnya bajaj BBG, membuat para sopir bisa mengendarai hampir seluruh wilayah di Kelapa Gading, kecuali kawasan Villa Kintamani, Villa Tapak Siring, Villa Kuta, dan Villa Sanur.

"Enggak tahu kenapa enggak boleh lewat sana. Mungkin ada kesepakatan warga kalau wilayahnya tak boleh dilalui Bajaj BBG," tutupnya.