Kelapa Gading > Laporan Utama

Tanda Hormat Hotman Paris kepada Menteri Susi

Jumat, 12 Januari 2018 14:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Nurul Julaikah

Hotman Paris, saat berkomentar tentang Menteri Susi (@hotmanparisofficial)
Hotman Paris, saat berkomentar tentang Menteri Susi (@hotmanparisofficial)
Foto : istimewa

Share this








Keberanian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan membuat Hotman Paris berikan tanda hormat.

KELAPA GADING – Susi Pudjiastuti sejak menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2014 lalu, terkenal dengan keberaniannya dalam menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan. Tak segan-segan, ia meledakkan kapal ilegal tersebut.

Kebijakan yang Susi lakukan berdasarkan perintah Undang-Undang, bukan kemauan menteri atau pejabat semata. Tak cukup disitu, KKP pun memiliki sejumlah alasan mengapa memilih opsi penenggelaman kapal. Mulai dari aturan RFMO (Regional Fisheries Management Organisation), hingga kondisi kapal yang rusak karena menunggu lamanya proses pengadilan.

Melihat aksi heroik Susi dalam membumi hanguskan oknum-oknum pencuri kekayaan laut Nusantara, membuat pengacara kondang Hotman Paris memberikan tanda hormat. Pria asal Tapanuli Utara itu bahkan memberikan lelucon, seharusnya Susi bukan hanya menyandang sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, tetapi Menteri Pemberdayaan Wanita.

Berikut kutipan lengkap dari unggahan video di akun instagram @hotmanparisofficial pada Jumat (12/1/2018).

Menteri Kelautan, Ibu Susi telah memberikan terobosan pendapat hukum yang mengalahkan pendapat Harvard Law School,mengalahkan pendapat para profesor pidana. Mengalahkan pendapat dari Hotman Paris yang sudah 30 tahun praktek.

Kenapa? Menteri Susi mengatakan bahwa kapal pencuri ikan bukan sekedar alat bukti tetapi merupakan pelaku kejahatan karena mempunyai kewarganegaraan. Itu brilian ide. Karena dengan sebagai pelaku kejahatan, maka pemiliknya tidak perlu dicari hukum acara, tetapi bisa langsung dijahuhkan sanksi.

Hebat bu Susi. Kamu cocoknya jadi menteri pemberdayaan wanita. Untuk menenggalamkan para buaya darat yang beratnya Cuma 70 kilogram,”