Kelapa Gading > Laporan Utama

Stasiun Tanjung Priok, Riwayatmu Kini

Senin, 11 September 2017 19:08 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Loket pembelian tiket KA di Stasiun Tanjung Priok
Loket pembelian tiket KA di Stasiun Tanjung Priok
Foto : Adi Wijaya

Share this








Stasiun Tanjung Priok dahulu sempat ramai karena identik dengan kereta barang, tetapi saat ini kondisinya berbalik 180 derajat.

TANJUNG PRIOK - Seperti pepatah 'Mati Segan Hidup Tak Mau', itu lah istilah untuk kondisi Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara saat ini. Bukan tanpa alasan, memang stasiun itu masih sepi penumpang. Dalam sehari, hanya ada dua keberangkatan kereta api (KA), yakni KA Lokal relasi Tanjung Priok - Cikampek atau Purwakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota.

Telisik punya telisik, sepinya penumpang di stasiun itu disebabkan segudang permasalahan. Salah satunya aksi kriminal 'pencopetan' yang kerap terjadi di lingkungan sekitarnya.

"Iya begini lah di sini. Masih banyak copet di lingkungan sekitar stasiun. Tapi bukan di stasiunnya ya," ungkap Suharyanto, Kepala Stasiun KA Tanjung Priok, saat ditemui di Stasiun KA Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/9/2017).

Dijelaskannya, awal mula Stasiun Tanjung Priok diperuntukkan untuk kereta barang. Identik dengan stasiun barang ini lah, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sepinya penumpang. Tercatat, terdapat sepuluh kereta api barang yang memulai perjalanannya dari stasiun tersebut.

"Dahulunya kan di sini stasiun barang. Jadi banyak orang yang menganggap stasiun ini bukan stasiun penumpang," jelasnya.

Hingga saat ini, dia menuturkan belum ada rencana pengembangan untuk kereta api jarak jauh. Meski begitu, rencana tersebut sudah masuk dalam pembahasan para petinggi pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Sudah dibahas kok rencana itu. Tapi lagi-lagi alasan keamanan belum menunjung. Soalnya jika ada rute kereta jarak jauh, pasti calon penumpang membeludak," tutupnya.