Kelapa Gading > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Sisi Lain Ahok di Mata Pasukan Orange Pegangsaan Dua

Rabu, 10 Mei 2017 13:24 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Pasukan orange Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Pasukan orange Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Ahok di mata pasukan orange Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara sosok pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan rakyat menengah ke bawah.

KELAPAGADING – Petugas pasukan orange atau Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara berduka melihat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus mendekam di dalam jeruji besi atas kasus penistaan agama.

Salah seorang pasukan orange Pegangsaan Dua Imam mengatakan, sedih atas vonis hakim walaupun dirinya tidak mau mencampuri urusan hukum. Namun, pria berusia 42 tahun ini mengakui berkat Ahok lah tingkat kesejahteraan hidupnya meningkat.

"Sedih pasti, cuma saya tidak ikut-ikutan apakah vonis itu tepat atau tidak, Cuma, yang jelas saya ucapkan rasa terima kasih yang sangat besar kepada Ahok karena telah membentuk tim PPSU sehingga membuat saya sejahtera,"ungkap Imam yang telah 2 tahun menjadi PPSU di Kelurahan Pegangsaan Dua, Rabu (10/5/2017).

Imam bercerita, sebelum ada PPSU, Ia menjadi petugas kebersihan di Kelapa Gading dengan upah sebesar Rp. 700 ribu perbulan dan itupun terkadang dipotong. Honor segitu, menurut Imam jauh dari kata cukup untuk menghidupi istri dan anaknya, namun terpaksa dilakukan karena ijazah yang dipunya hanya setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Dulu mah menderita banget. Gaji kecil kerjaan capek tidak cukup buat kehidupan sehari hari jadi ya gimana Jakarta mau bersih kalau gaji tukang bersih-bersihnya dulu saja gajinya kecil. Makanya, setelah gaji naik setara UMP Rp. 3.300.000, nah terlihat kan perbedaan kebersihan yang ada di Jakarta,"tuturnya.

Tak hanya itu, Imam menuturkan PPSU bentukan Ahok memberikan dampak positif bagi kehidupan ekonomi keluarganya. Selain memperoleh honor setara UMP DKI Jakarta, Imam beserta keluarga juga dijamin kesehatan dan pendidikan oleh Pemprov.

"Benar-benar terasa kesejahteraannya, kerja bersihkan lingkungan jadi semangat karena tidak terganggu oleh pikiran kebutuhan keluarga karena kebutuhan itu sudah cukup terpenuhi, terima kasih,"ungkap Imam yang memiliki tiga orang anak.

Baca juga : Dalam Waktu Dekat Kampung Akuarium Bakal Ditata

Meskipun Ahok harus mendekam di dalam bui dan tak dapat memimpin Ibu Kota kembali, Imam menyebut tidak akan mengurangi kinerja dirinya maupun yang lainnya sebagai (PPSU). Justru, Ia bersama rekan-rekan pasukan orange lebih meningkatkan kinerja agar Ahok di dalam jeruji besi bangga melihat para PPSU bekerja dengan baik.

"Semoga PPSU semakin sejahtera dan lebih diperhatikan. Jasa Ahok itu pasti akan selalu terkenang. Sedangkan untuk gubernur dan wakil gubernur terpilih diharapkan terus memajukan PPSU dan dapat setegas Ahok kepada anak buahnya yang bandel atau tidak benar," jelasnya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta non aktif Ahok divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara atas kasus penistaan agama. Usai divonis bersalah, mantan Bupati Belitung Timur tersebut langsung dijebloskan ke Rutan Cipinang, namun Rabu (10/5/2017) dini hari dipindahkan ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok dengan alasan keamanan.