Kelapa Gading > Laporan Utama

Sindikat Curanmor Tanjung Priok Dibekuk, 3 Ditembak

Jumat, 19 Mei 2017 21:00 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Wahyu Muntinanto

Para pelaku curanmor di Tanjung Priok
Para pelaku curanmor di Tanjung Priok
Foto : Wahyu Muntinanto

Share this








Saat ditangkap, Polisi terpaksa melumpuhkan 3 dari 5 pelaku dengan timah panas. Pasalnya, para pelaku melawan saat ditangkap.

TANJUNG PRIOK -  Satresktim Polsek Tanjung Priok membekuk jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor. Mereka adalah IFS (23), HSN (22), AA (19), PJ (17) dan EP (42).

Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar (Kombes) Dwiyono mengungkapkan, dalam beraksi, kelimanya terbagi dalam 2 kelompok. Satu kelompok beraksi menggunakan sejata api, dan kelompok lainnya memanfaatkan senjata tajam. Karena itu, kedua kelompok ini tak segan melukai korbannya.

"Kelompok pertama berasal dari Lampung, mereka adalah IFS dan HSN. Mereka ditangkap pada Rabu (10/5) lalu. Ada korban yang pernah dilukai menggunakan sajam. Tapi, mereka (pelaku) juga siapkan senpi (senjata api)," ujar Dwiyono di Polsek Tanjung , Jumat (19/5/2017).

Terkait aksi pencurian, Dwiyono menjelaskan bahwa para pelaku kepergok warga saat berupaya mencuri motor yang terparkir di pinggir jalan.

“Dua pelaku awalnya merusak kontak motor menggunakan kunci letter T di Jalan Sespaskes, Sunter Jaya, Tanjung Priok. Namun, motor tersebut tak kunjung menyala hingga akhirnya warga mengetahui aksi keduanya,” papar Dwiyono.

Saat memergoki kedua pelaku, warga spontan berteriak “maling” dan melakukan pengejaran. Anggota Buser Polsek Tanjung Priok yang melintas pun ikut mengejar. Saat itulah, kedua pelaku ditembak kakinya karena melawan dan mengeluarkan senjata api ketika hendak ditangkap.

“Pelaku kerap mengambil motor matic dan menjual dalam bentuk satuan. Setiap habis beraksi, motor dijual ke J. Dijual satuan senilai Rp 2 juta. Kalau yang jelek Rp 1,5 juta. Sedangkan senpi didapatkan dari teman mereka berinisial S yang tinggal di Tangerang. Namun, mereka sama-sama berasal dari Lampung," imbunya.

Terhadap kedua pelaku yang menggunakan senpi dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Selain itu mereka juga dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat 12/1951 tentang kepemilikan senpi.

Sementara, kelompok sajam  berasal dari daerah Papanggo, Tanjung Priok. Ketiganya berinisial AA, PJ  dan EP. Satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

Mereka ditangkap setelah mencuri motor di Jl. Agung Tengah blok HA 8 No.2, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka disangkakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Kedua kasus ini, menghasilkan barang bukti  sebanyak 8 unit sepeda motor, 4 butir peluru, satu senpi rakitan, 5 buah mata kunci letter T, 2 buah magnet, 2 ponsel, dan 2 dompet warna cokelat,” tandasnya.