Kelapa Gading > Laporan Utama

Program OK Otrip

Senin Depan, Warga Jakut Dapat Gunakan Ok Otrip

Jumat, 12 Januari 2018 20:06 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Chandra Purnama

Kartu OK Otrip
Kartu OK Otrip
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Pada Senin depan atau 15 Januari 2018, warga Jakarta Utara (Jakut) dapat gunakan OK Otrip yang melintas di rute, Warakas-Tanjung Priok dan Cilincing.

TANJUNGPRIOK - Program OK Otrip rencananya akan mulai diuji coba Senin (15/1/2018) mendatang. Untuk wilayah Jakarta Utara bakal terdapat dua rute, yakni Warakas-Tanjung Priok, dan kawasan Cilincing.

"Jadi setelah rute Warakas, Jakarta Utara ditambah satu lagi rute, jadi dua. Keputusan ini setelah pembahasan bersama antara organda, operator angkutan umum dan pihak lainnya," ucap Kasudin Perhubungan Pemkot Jakarta Utara Benhard Hutajulu dalam acara sosialisasi program OK Otrip di kantor Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Jumat (12/1/2018).

Penambahan rute ini, menurut Benhard dengan melihat banyaknya permintaan warga yang menginginkan moda transportasi umum melintas hingga wilayah mereka. Di kawasan Cilincing juga terdapat feeder busway yang dapat digunakan untuk Ok Otrip.

"Disitu juga banyak fasilitas umum dan belum semuanya tercover oleh angkutan," ucap Benhard.

Untuk rute tambahan ini Transjakarta akan bekerja sama dengan pihak Koperasi Wahana Kalpika KWK. "Harapannya nanti seluruh rute di Jakarta Utara bisa ikut program Ok Otrip ini. Sekarang baru dua rute," ucap Benhard.

Rute yang diambil mulai dari Simpang Lima Semper sampai Jalan Sungai Kendal. Dalam masa uji coba ini penumpang cukup membayar Rp 3500 selama masa tiga jam. Pembayaran menggunakan metode non tunai dengan kartu bertanda OK Otrip.

Untuk diketahui, soft launching program OK Otrip diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada pertengahan Desember tahun lalu. Program ini memungkinkan warga Jakarta menggunakan berbagai moda transportasi umum dan cukup membayar Rp 5.000.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansah mengatakan, OK Otrip berlaku untuk angkutan kota yang terintegrasi dengan transjakarta. Pembayarannya menggunakan non-tunai, yakni harus menggunakan kartu OK Otrip.

Ia mencontohkan saat perjalanan menggunakan bus pertama, penumpang akan dikenakan tarif Rp 3.500 untuk bus besar dan sedang, Rp 3.000 untuk bus kecil. Untuk perjalanan selanjutnya, penumpang hanya dikenakan sisa dari total tarif Rp 5.000.

Masa berlaku tarif Rp 5.000 ini hanya 3 jam sekali perjalanan, dari waktu tap in pertama hingga tap in terakhir.

Program ini akan diuji coba selama tiga bulan, terhitung mulai 15 Januari 2018, di empat trayek yang terintegrasi dengan bus sedang dan bus transjakarta. Empat trayek itu yakni di Jelambar, Warangkas, Duren Sawit, dan Lebak Bulus.

Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono menambahkan, transjakarta akan melaksanakan uji coba program One Karcis One Ticket (OK Otrip) selama tiga bulan yang akan diintegrasikan dengan 69 angkutan bus kecil.