Kelapa Gading > Laporan Utama

Sejoli Kasus “Jual Pacar” Gagal Nikah Usai Lebaran

Rabu, 16 Mei 2018 20:00 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi
Ilustrasi.
Foto : istimewa

Share this








Dua sejoli kasus “jual pacar” yang ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok harus menggagalkan rencana pernikahan yang akan dilakukan usai Lebaran.

TANJUNG PRIOK - Rencana pernikahan dua sejoli SS (20) dan MY (19) dalam waktu dekat sirna. Keduanya terlebih dahulu ditangkap aparat kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Priok akibat kasus prostitusi “jual pacar”.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP M. Faruk membenarkan dua sejoli itu  telah merencanakan pernikahan usai Lebaran Idul Fitri tahun ini. Namun nahas rencana itu sirna akibat keduanya kini telah mendekam di sel tahanan.

"Keduanya merencanakan menikah. Tapi kini mereka harus menjalani hukuman pidana," kata Faruq, saat dikonfirmasi Infonitas.com, Rabu (16/5/2018).

Dijelaskannya, hasil prostitusi itu pun menjadi salah satu ladang tabungan pernikahannya. Namun, cara yang dilakukan itu menyalahi hukum lantaran berasal dari kegiatan pemanfaatan prostitusi.

"Kita masih mendalami kasus ini. Keduanya sudah cukup lama menjalani kegiatan terlarang itu," jelasnya.

Setiap berkencan, lanjut Faruk, SS memasang tarif sang kekasih, MY senilai Rp 600 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk sewa kamar dan alat kontrasepsi berupa kondom.

"Sedangkan SS mendapatkan Rp 100 ribu dari tarif mengantarkan sang kekasih ke hotel," tutup Faruq.