Kelapa Gading > Laporan Utama

Saluran Air Berlumpur, Warga Cilincing Dihukum Kerja Bakti

Minggu, 14 Mei 2017 16:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Saluran air penuh lumpur di Cilincing
Saluran air penuh lumpur di Cilincing
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Warga Cilincing dihukum kerja bakti oleh Camatnya karena kondisi saluran air mampet yang imbasnya kerap banjir saat hujan turun.

CILINCING – Kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya masih rendah di Jakarta Utara, terutama di Kecamatan Cilincing. Rendahnya dalam menjaga kebersihan warga tercermin dari banyaknya saluran air tersumbat sampah dan lumpur.

Untuk menghukum warga, Camat Cilincing Purnomo menghimbau, agar warga rajin melaksanakan kerja bakti.

“Aksi bersih kawasan melalui pengurasan saluran bertujuan mengurangi potensi banjir maupun genangan saat hujan lebat,” kata Purnomo, Minggu (14/5/2017).

Saluran air di Jalan Rekreasi RT 12 RW 04 atau dekat pelelangan ikan (TPI) Cilincing tertutup lumpur berwarna hitam pekat. Akibatnya, air di dalam selokan tidak dapat mengalir, bahkan menjadi tempat tampungan air dari rumah-rumah warga maupun saat hujan turun.

"Jadi saluran itu lumpurnya tebal dan hitam, makanya saya telah perintahkan PPSU dan PHL agar rutin tiap Minggu untuk dikeruk lumpurnya dibantu bersama-sama warga, rutin berjalan kok,"ungkapnya.

Kerja bakti warga dengan pasukan biru dan pasukan orange secara manual, kata Purnomo tidak cukup. Ia mengaku pengerukan seharusnya dilakukan menggunakan alat berat sehingga saluran tersebut menjadi dalam dan bisa banyak menampung air.

"Kita sudah informasikan ke Sudin SDA, nah tapi karena air itu tidak ada jalan keluarnya sehingga endapan lumpur itu mudah timbul kembali, kalau dibuang sodetan ke laut sulit karena airnya itu kan kotor dan banyak sampah nanti laut tercemar selain itu juga dikhawatirkan air dari laut berbalik ke saluran itu, malah jadi banjir," jelasnya.

Baca juga : Ahok Dipenjara, Warga Kampung Akuarium Bahagia

Ia berharap dukungan masyarakat untuk menjaga saluran-saluran yang sudah dikuras dengan tidak membuang sampah ke saluran, kali atapun sungai karena dapat berpotensi menimbulkan banjir dan genangan. Jika ini terjadi maka akan merugikan masyarakat itu sendiri.

“Meski PPSU dan PHL sudah digenjot, saya berharap masyarakat juga dapat lebih berpartisipasi dan peduli terhadap kebersihan dan keindahan kawasan melalui kerja bakti rutin,” imbaunya.