Kelapa Gading > Laporan Utama

Protes, Kenapa Sabtu Minggu Harus Ganjil Genap?

Senin, 06 Agustus 2018 09:59 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

Tindakan tilang sistem ganjil genap akan berlaku awal agustus
Aparat kepolisian dan dan Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi penerapan perluasan sistem ganjil genap.
Foto : Adi Wijaya

Share this








Hotman Paris merasa kebijakan pemberlakuan ganjil genap pada Sabtu Minggu tidak logis dan sangat membebani rakyat.

KELAPA GADING – Penerapan sistem ganjil genap menuai protes dari sejumlah kalangan. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saja berharap kebijakan ini dapat direvisi.

Paling tidak, kata Hotman, jangan berlaku setiap hari karena sangat membebani rakyat. Terutama, Sabtu dan Minggu yang kerap menjadi hari beribadah kaum Nasrani.

“Halo bapak gubernur dan sahabat saya wakil gubernur DKI. Peraturan mengenai pemakaian mobil ganjil genap sangat membebani rakyat. Dan agak kurang logis terutama Sabtu dan Minggu. Apalagi, hari Minggu yang banyak orang beribadah. Kan tidak semua orang-orang kaya punya dua mobil,” ucap Hotman lewat akun instagramnya, Minggu (5/8/2018).

Lagipula, jumlah kendaraan yang melintas pada Minggu tentu tidak sebanyak hari kerja. “Kenapa harus dilarang? Dan masyarakat berhak memakai mobilnya, kan sudah bayar pajak penuh. Pajaknya begitu tinggi dan Pemda DKI juga dapat. Tolong Sabtu Minggu jangan diterapkan ganjil genap, itu sangat membebani rakyat. Salam untuk sahabat saya terutama wakil gubernur DKI, salam Hotman Paris,” tambahnya.

Senada dengan Bondo, warga Kelapa Gading lainnya. Dia menilai memberlakukan kebijakan ganjil genap setiap hari merupakan kebijakan otoriter. Terlebih, berlaku sejak pagi hingga malam hari. “Ini sama saja pemaksaan. Padahal kami bayar pajak. Kalau mau fair, ya potong biaya pajak kendaraan kami. Jangan minta dimaklumi melulu,” tuturnya.

Belum lagi, ada kebijakan mau menutup sejumlah pintu tol. “Kami warga mau lewat mana Pak Gubernur?” tuturnya.

Baca Juga: Gampang Pesan Plat Nomor Palsu, Bisa di Pinggir Jalan hingga Dalam Mal

Pemberlakukan sistem ganjil-genap berlaku selama 15 jam setiap hari. Dimulai sejak pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB. Adapun jumlah ruas jalan yang diberlakukan uji coba perluasan kawasan pembatasan lalu lintas Ganjil Genap, antara lain; 

-  Jalan Medan Merdeka Barat  

-  Jalan MH. Thamrin  

-  Jalan Jenderal Sudirman  

-  Jalan Sisingamangaraja  

-  Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan-simpang Slipi)

-  Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-simpang Tomang)

-  Jalan MT Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan)

-  Jalan HR Rasuna Said  

-  Jalan Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI)

-  Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda)

-  Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Suep-Kupingan  Ancol) dan  

- Jalan Metro Pondok Indah (simpang Kartini – Bundaran Metro Pondok Indah-simpang Pondok Indah-simpang Bungur-simpang Gandaria City-simpang Kebayoran  Lama)

- Jalan RA Kartini.  

 

 

Berita Terkait