Prioritas Lurah Baru Kelapa Gading Barat
Kelapa Gading > Laporan Utama

Prioritas Lurah Baru Kelapa Gading Barat

Selasa, 10 Januari 2017 11:24 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Lurah Kelapa Gading Barat Suci Cintya Polaputri.
Lurah Kelapa Gading Barat Suci Cintya Polaputri.

Share this





Setiap program apapun tidak akan berjalan optimal tanpa peran aktif dari masyarakat.

KELAPA GADING – Lurah Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara kembali berganti. Kini, dijabat oleh Suci Cintya Polaputri. Dalam mengemban tanggung jawabnya, Suci sudah menyiapkan langkah jitu.

Prioritas utama masih mengarah ke pembenahan sampah dan genangan. Semua saluran dan tali-tali air harus senantiasa terjaga. “Penanganannya harus cepat. Jangan sampai ada sampah menumpuk di saluran air. Sehingga, jalur air tidak terganggu,” ucapnya, Selasa (10/1/2017).

Tentunya, agar berjalan optimal, masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga lingkungannya. “Terlebih, saat ini sudah mendekati puncak musim hujan,” tuturnya.

Prioritas lain, yakni menyukseskan Pilkada. Pelaksanaan mulai dari proses perekrutan KPPS hingga proses pemilihan dan penghitungan suara harus berjalan kondusif. "Saya sudah bicara dengan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) berkoordinasi terkait permasalahan Pilkada di Kelapa Gading Barat,” ujar Suci.

Adapun program lainnya tetap normatif, seperti pemberdayaan masyarakat, pelayanan masyarakat, pelayanan kesehatan, pelatihan, sosialisasi, perekonomian, pengadaan prasana dan sarana kinerja PPSU, jumantik, dan kerja bakti.

“Saya juga masih terus silaturahmi menyambangi RT dan RW agar bisa saling bersinergi mengatasi permasalahan di tiap wilayahnya masing-masing. Pesan untuk warga, laporkan jika terjadi genangan dan jaga terus persaudaraan meski beda pilihan," pungkasnya.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

RPTRA Laut Biru Minim Penerangan

Jumat, 20 Januari 2017 11:12 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

RPTRA Laut Biru
RPTRA Laut Biru

Share this





Area RPTRA Laut Biru yang minim pencahayaan adalah amphitheater dan lapangan olahraga.

KELAPA GADING - Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Laut Biru Komplek Walikota RW 10 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara minim fasilitas penerangan. Saat malam, RPTRA hanya mengandalkan 3 lampu taman setinggi 1,5 meter dan pencahayaan dari gedung pengelola.

Akibatnya, RPTRA yang diresmikan pada 20 Oktober 2016 lalu itu hanya ramai didatangi warga pada pagi hingga sore hari. “Kalau malam, paling hanya beberapa orang saja. Mungkin malas karena gelap,” kata pengelola RPTRA Laut Biru, Irfan, Jumat (20/1/2017).

Area yang minim pencahayaan adalah amphitheater dan lapangan olahraga. Irfan juga sudah mengadukan permasalahan tersebut ke Sudin Perumahan dan Gedung Pemda sebagai penanggung jawab pembangunan RPTRA.

“Kami pun berusaha mencari sponsor untuk minta dipasang lampu tembak di lapangan,” ucapnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Yanti Khusmiran Warga Kelapa Gading?

Kamis, 19 Januari 2017 19:03 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Muhammad Azzam

Alamat Yanti Khusmiran di Jalan Boulevard Artha Gading, Ruko Gading Bukit Indah Q22, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ternyata sebuah ruko berplang advokat berlantai empat.
Alamat Yanti Khusmiran di Jalan Boulevard Artha Gading, Ruko Gading Bukit Indah Q22, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ternyata sebuah ruko berplang advokat berlantai empat.

Share this





Setelah ditelusuri ternyata alamat Yanti yang tercantum di dalam tanda bukti lapor merupakan ruko empat lantai.

KELAPA GADING – Yanti Khusmiran yang mengaku warga Kelapa Gading, Jakarta Utara melaporkan Habib Rizieq Shihab ke Bareskim Polri atas dugaan penistaan agama ke Bareskrim Mabes Polri, pada Senin 16 januari 2017.

Laporannya tertuang dalam laporan nomor TBL/22/1/2017/ BARESKRIM, atas nama pelapor DR. Khoe, Yanti Khusmiran yang berprofesi sebagai dokter. Dari laporan tersebut tertulis Yanti merupakan warga Kelapa Gading, yang beralamat di Jalan Boulevard Artha Gading, Ruko Gading Bukit Indah Q22, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun setelah infonitas.com melakukan penelusuran, ternyata alamat yang tercantum di dalam tanda bukti lapor merupakan ruko empat lantai. Lantai satu  dijadikan kedai makan, lantai dua studio musik, lantai tiga Rumah Hukum Kelapa Gading Advocate & Legal Consultant, dan lantai empat studio musik.

Pegawai kedai di lantai satu, Vildan mengaku tidak mengenal Yanti Khusmiran. Infonitas coba menunjukkan foto Yanti ke Vildan. "Saya tidak pernah lihat orang ini (Yanti) disini, namun kalau baju merah sebelah kanan saya pernah lihat, dia suka ke lantai tiga. Nah yang paling kiri itu pak Ronald advokat di lantai empat," katanya, Kamis (19/1/2017).

Seperti diketahui Yanti Khusmiran didampingi sejumlah pengacara melaporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri. Yanti menyebut itu dilakukan atas inisiatif pribadi. Dia tidak terima dengan pernyataan Rizieq yang cendrung menghina agama.

"Terus terang saya sangat mencintai teman-teman saya yang muslim, tetapi saya tidak toleransi, kok saya dilukai. Dengan pernyataan-pernyataan beliau yang di YouTube itu beliau menyatakan bahwa Tuhan Yesus itu lahir bidannya siapa? Kami juga terluka. Justru karena itu dengan statement seperti ini akhirnya kerukunan antarumat beragama tercerai-berai dan resah," tutur Yanti kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri di gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).







Kelapa Gading > Laporan Utama

Rekayasa Lalu Lintas di Kelapa Gading Tidak Efektif Atasi Kemacetan

Kamis, 19 Januari 2017 11:07 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Pembangunan LRT di Kelapa Gading.
Pembangunan LRT di Kelapa Gading.

Share this





Rekayasa lalu lintas bersifat insidentil. Paling tidak, berguna untuk meminimalisasi penumpukan.

KELAPA GADING – Guna mengatasi kemacetan akibat pembangunan Light Rail Transit (LRT) rute Veledroom-Kelapa Gading, pihak kepolisian sengaja memberlakukan rekayasa lalu lintas di Bundaran Kelapa Gading. Ini sudah diterapkan sekiranya sejak satu bulan lalu.

Kendaraan dari arah Jalan Boulevard Timur yang mengarah ke Jalan Boulevard Raya boleh lurus melintasi bundaran dengan membuka portal.

Namun, hasilnya tidak terlalu efektif. "Sama saja, masih padat dan macet. Tidak ada pengaruhnya justru malah semakin ruwet jika jam sibuk," kata Jaka Triyandi (32) pengunjung toko di Boulevard Raya, Kamis (19/1/2017).

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Argo Wiyono tak menampik, rekayasa lalu lintas memang belum mampu sepenuhnya mengatasi kemacetan. Namun, paling tidak, meminimalisasi penumpukan. Ini pun hanya bersifat insidental.

"Contoh, sesuai jadwal, portal dari arah Boulevard Timur dibuka pukul 06.00-09.00 WIB, 11.00-13.00 WIB, dan 16.00-17.00 WIB. Pengendara yang ingin ke Jalan Boulevard Barat tidak lagi berputar di depan Sport Club Boulevard Raya. Namun, itu tergantung situasi saja,"paparnya saat dihubungi infonitas.com.

Argo memastikan, selama proses pembangunan LRT, pihak kepolisian dan Dishub akan selalu bersiaga di bundaran. Mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas.

"Saya melihat sebenarnya cukup membantu mengurai kemacetan, kalau padat ya wajar, asalkan lancar. Soalnya volume kendaraan banyak. Tidak ada penyempitan jalan saja macet, gimana ada penyempitan. Kami akan koordinasi kembali untuk evaluasi terkait rekayasa lalu lintas itu bersama dishub dan instasi terkait lainnya," pungkasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Banyak Jalan Tambalan, Ini Kata Camat Kelapa Gading

Rabu, 18 Januari 2017 21:10 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Muhammad Azzam

Jalan Boulevard Timur dekat Kantor Kecamatan tidak rata akibat banyak tambalan jalan. (Azzam)
Jalan Boulevard Timur dekat Kantor Kecamatan tidak rata akibat banyak tambalan jalan. (Azzam)

Share this





Banyak juga masukan warga terkait itu (jalan yang ditambal), mereka menanyakan kenapa tidak aspal sekalian biar rapi dan rata

KELAPA GADING - Beberapa ruas jalan di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara ditemukan sangat banyak tambalan jalan. Bahkan, tambalan itu hingga tertumpuk.

Menanggapi hal itu, Camat Kelapa Gading Manson Sinaga mengtakan akan melakukan pendataan dan memberikan masukan kepada Suku Dinas Bina Marga tingkat kota. Masukan itu untuk dapat dilakukan perbaikan agar jalan lebih rata dan halus.

"Banyak juga masukan warga terkait itu (jalan yang ditambal), mereka menanyakan kenapa tidak aspal sekalian biar rapi dan rata. Itu jadi bahan masukan dan evaluasi kami untuk kita koordinasikan ke Sudin terkait,"tuturnya saat di hubungi infonitas.com Ranu (18/1/17).

Penambalan jalan, ujarnya,dikiranya selama ini untuk mempercepat perbaikan jalan. Sebab, selama ini banyak jalan yang berlubang akibat seringnya terjadi genangan di Kelapa Gading saat musim hujan.

"Bisa jadi karena Kelapa Gading sering tergenang, mungkin Sudin terkait menambal biar cepat saja dan kalau banyak genangan kan jika diaspal cepat sekali jalan berlubang. Banjir atau genangan itu kan berdampak pada kontruksi jalanan, dari pada dibiarkan berlubang lebih baik ditambal,”katanya.

Maka dari itu, ia mengaku akan melakukan diskusi agar  warga Kelapa Gading, pengunjung dan yang bekerja di Kelapa Gading merasa nyaman jika jalannya bagus.

"Saya sudah data dan memang hampir seluruh Jalan di Kelapa Gading ini banyak tambahannya, khususnya  di Jalan Boulevard Raya, Boulevard Timur, Boulevard Barat. Saya apresiasi Sudin Bina Marga yang cepat menjalankan tugasnya untuk memperbaiki jalan yang berlubang meskipun dengan ditambal. Tapi, saya rasa mereka juga memiliki program ke depannya untuk memperbaiki jalan di Kelapa Gading untuk memperbaiki secara total agar jalan lebih rata dan bagus,"pungkasnya.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Menyoal RT/RW Tak Wajib Lagi Lapor Qlue

Rabu, 18 Januari 2017 18:58 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi qlue
Ilustrasi qlue

Share this





Ada yang setuju dengan penghentian wajib lapor lewat qlue, ada juga sejumlah RT/RW yang menyayangkan.

KELAPA GADING -  Sejumlah RT/RW di Kelapa Gading menyambut baik penghentian kewajiban laporan melalui aplikasi qlue.  Menurut mereka, seharusnya memang tidak perlu diwajibkan.

Seperti diutarakan Muhammad Aziz, ketua RW 05, Pegangsaan Dua. “Yang mau lapor silakan, yang tidak juga jangan jadi masalah.”

“RT/RW hanya sebatas membantu laporan terkait keluhan dan permasalahan di lapangan saja, tidak tidak perlu melalui Qlue, ada grup WhatsApp, bisa langsung disampaikan ke kelurahan. Jadi, qlue RT/RW sepertinya tidak nyambung dengan tujuan semula dibuatnya aplikasi Qlue,” tuturnya kepada infonitas.com, Rabu (18/1/2017).

Berbeda dengan Ketua RW 08 Kelapa Gading Barat Sutjipto. Dia justru menyayangkan penghentian itu. Menurut dia, kewajiban lapor lewat qlue bisa menjadi cara meningkatkan kinerja pengurus terhadap lingkungan.

“Tinggal bagaimana syarat administrasi pemberian dana operasional bulanan saja yang harus diubah,” ucapnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Sumarsono mengatakan aturan penghentian wajib lapor itu berlaku sebelum dirinya menjabat sebagai Plt Gubernur DKI. Dia pun tidak mengetahui status aturan itu, apakah dicabut atau hanya tidak diberlakukan sementara.

"Bukan saya yang cabut, orang saya datang sudah ada. Jadi saya masuk barang itu sudah ada, jadi nggak dipakai lagi. Saya nggak tahu prosesnya, tapi waktu saya masuk sudah nggak berlaku. Pending mungkin. Yang jelas, tidak dilaksanakan," ucapnya yang dikutip dari liputan6.com.

Terkait kewajiban pelaporan Qlue, sempat terjadi protes yang dilakukan ketua RT-RW di Jakarta kepada Basuki Tjahaja Purnama sebelum dia cuti sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pengurus RT-RW merasa harga dirinya dihina atas aturan tersebut.

Adanya kewajiban lapor berarti ketua RT/RW dihargai bukan dari ketokohannya, melainkan dari insentif yang diberikan.







Kelapa Gading > Laporan Utama

76 Pelamar Ikuti Walk In Interview Info Gading Group

Rabu, 18 Januari 2017 18:18 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Walk In Interview Info Gading Group
Walk In Interview Info Gading Group

Share this





Pelamar yang datang langsung mengikuti psikotes. Bila lulus, berlanjut ke sesi wawancara dengan pihak manajemen.

KELAPA GADING – Info Gading Group menggelar Walk in Interview di kantornya, Komplek Gading Bukit Indah Blok K-27, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan digelar selama 2 hari, dari 17-18 Januari 2017.

Berbagai posisi dibuka, antara lain account executive, staff marcomm, community relation, fotografer, reporter digital, dan design graphic corporate. Serta, jabatan setingkat supervisor untuk human resources, sales, redaktur digital, community membership club, dan general affair.

“Kami berharap, dapat menyaring pelamar kerja lebih banyak dan efektif,” tutur Diana, staf HRD Info Gading Group, Selasa (17/1/2017).

Prosesnya pun cepat. Pelamar yang datang bisa langsung mengikuti psikotes. Bila lulus, berlanjut wawancara dengan pihak manajemen. “Kalau memang lolos, kami akan panggil kembali untuk tandatangan kontrak kerja,” ucapnya.

Hari pertama, tambah Diana, ada 40 pelamar. Sebanyak 50 persen lolos ke tahap selanjutnya. Adapun hari ini, terdata ada 36 pelamar.

Info Gading Group merupakan group media komunitas pertama di Indonesia. Didirikan oleh Sukardi Dharmawan. Perjalananya berawal dengan menerbitkan Majalah Info Gading, majalah berita untuk komunitas Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 1998.

Hingga kini, Info Gading Group telah menerbitkan 13 majalah berita komunitas (media cetak) dan situs berita Jabodetabek, www.infonitas.com. “Kami membuka kesempata untuk Anda profesionalitas muda yang dinamis dan memiliki semangat kerja, pilih lowongan sesuai dengan pengalaman dan passion Anda,” tandasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Pengelolaan RPTRA Juga Jadi Tanggung Jawab Warga

Selasa, 17 Januari 2017 17:54 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

RPTRA Kelapa Nias di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
RPTRA Kelapa Nias di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.

Share this





Pemerintah hanya memfasilitasi kebutuhan warga. Namun, bukan berarti semua diserahkan ke pemerintah. Warga juga harus peduli dengan RPTRA.

KELAPA GADING – Lurah Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara Abdul Buang akan berupaya menggandeng pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat  untuk menjaga dan merawat Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di wilayahnya.

Buang mengingatkan, RPTRA memang dibangun oleh Pemprov DKI dan stake holder, namun ini bukan milik Pemprov. “Jadi, pengelolaannya menjadi tanggung jawab warga. Pemerintah hanya memfasilitasi, jangan mengandalkan pengelola RPTRA saja,” ucapnya saat ditemui infonitas.com di kantornya, Selasa (17/1/2017).

Sejauh ini, pihak kelurahan sudah menyiapkan petugas Penanganan Prasarana Sarana Umum. “Paling tidak, warga lapor kalau ada kendala di RPTRA. Semua harus peduli, harus punya rasa memiliki,” tegasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Masukan Lurah Pegangsaan Dua saat Musrenbang

Selasa, 17 Januari 2017 17:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Musrenbang di Kelurahan Pegangsaan Dua.
Musrenbang di Kelurahan Pegangsaan Dua.

Share this





Aspirasi masyarakat yang akan dibawa ke musrenbang seharusnya bisa dilakukan secara online.

KELAPA GADING - Lurah Pegangsaan Dua Abdul Buang menilai penjaringan aspirasi masyarakat lewat Rembug RW secara online dapat mempercepat jalannya pembangunan. Permasalahan di masyarakat pun lebih mudah terselesaikan.

“Sebab, secara otomatis bisa langsung ditujukan ke instansi terkait. Tidak bertele-tele,” tutur Buang saat pembukaan Musrenbang tingkat RW di aula kantor Kelurahan Pegangsaan Dua, Senin (16/1/2017).

Rembug RW  merupakan kegiatan musyawarah masyarakat di tingkat RW. Tujuannya, mengidentifikasi masalah dan kebutuhan. Juga, menentukan kegiatan dalam menyelesaikan masalah berdasarkan skala prioritas.

“Jadi, menginventarisasi permasalahan riil yang terjadi dilingkungan RW serta memberi masukan dan solusi, yang selanjutnya dibahas dalam Musrenbang Kelurahan. Nanti, dipilih lagi untuk diajukan di musrenbang tingkat kecamatan dan kota,” terangnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Makna Jabatan Bagi Camat Kelapa Gading

Jumat, 13 Januari 2017 14:18 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Camat kelapa gading Manson Sinaga
Camat kelapa gading Manson Sinaga

Share this





Camat adalah pemimpin wilayah. Peran dan pengabdian seorang camat menentukan maju atau tidaknya suatu wilayah.

KELAPA GADING – Manson Sinaga mengawali kariernya sebagai sekretaris camat di salah satu kecamatan di Provinsi Kalimantan Selatan pada 1991-1997. Lalu, berpindah ke Jakarta sebagai Kasubag Humas Jakarta Timur selama 11 tahun.

Pada 2012, barulah Manson memulai tanggung jawabnya sebagai camat. Awalnya di Jatinegara dari 2012-2015. Kemudian Camat Ciracas pada 17 Juni 2016, dan Camat Kelapa Gading pada 3 Januari 2017.

Bagi Manson, jabatan hanyalah wadah pengabdian. “Tanggung jawabnya sangat berat. Bahkan, bisa dibilang tidak ada waktu libur. Harus stand bye selama 24 jam. Kita harus totalitas mencurahkan pikiran dan tenaga,” tutur pemilik gelar magister ilmu pemerintahan itu.

"Saya hadir di sini bukan untuk dilayani tapi untuk melayani masyarakat, itu menjadi komitmen saya dan aparatur negara lainnya," pungkasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Warga Kelapa Gading Wajib Kerja Bakti Setiap Minggu

Jumat, 13 Januari 2017 13:44 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga
Camat Kelapa Gading Manson Sinaga

Share this





Selain penataan lingkungan, kerja bakti juga sebagai langkah mencegah terjadinya genangan dan banjir di kawasan Kelapa Gading.

KELAPA GADING – Camat Kelapa Gading Manson Sinaga mewajibkan warganya melakukan kerja bakti setiap Minggu pagi. Fokus kerja bakti untuk penataan lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan penghijauan.

"Kami minta partisipasi dan kontribusinya untuk melakukan kerja bakti. Kami memerintahkan setiap warga melakukan kegiatan kerja bakti rutin pada hari Minggu, bersama-sama PPSU dan perangkat lainnya. Saya juga sudah meminta komitmen RT RW," paparnya saat monitoring genangan di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, Kamis (12/1/2017) malam.

Langkah itu juga berguna untuk menjaga Kelapa Gading bebas dari genangan karena saluran air tersumbat.

"Diharapkan kerja bakti rutin ini dapat berjalan konsisten dan menjadi agenda wajib setiap RT/RW. Saya juga mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, jangan buang sampah sembarang," pungkasnya.