Kelapa Gading > Laporan Utama

Polisi Tepis Tersangka Prostitusi Online Jual Gadis Desa

Sabtu, 01 September 2018 18:56 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Polisi memastikan, tersangka pelaku prostitusi online tidak masuk dalam kategori 'menjual' gadis desa.

TANJUNG PRIOK - Kepolisian Resort Pelabuhan Rangking Priok menangkap tersangka prostitusi online, Lamhari Kurniawan alias Alam (20). 

 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruq Rozi memastikan, tersangka tidak masuk dalam kategori 'menjual' gadis desa. Melainkan hanya mencari keuntungan dari menawarkan jasa wanita tuna susila (wts) yang baru dikenalinya kepada lelaki hidung belang, melalui jejaring media sosial.

 

"Dia bukan merekrut wts baru dari kampung. Tapi tersangka ini menawarkan jasa media sosial ke teman-temannya yang sudah lama jadi wts," tegas Faruq, saat dikonfirmasi, Sabtu (1/9/2018).

 

Parahnya, aksi itu bukan pertama kali dilakukan tersangka. Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui telah berkali-kali meraup keuntungan dari bisnis lendir tersebut. Meski begitu, penyelidikan tetap akan dilakukan dengan kecurigaan yang mengerucut pada sindikat perdagangan orang.

 

"Dugaan kami sudah banyak wanitanya tapi kami belum tahu jumlah pastinya ya. Kami akan pastikan dari media sosialnya," jelasnya.

 

Disinggung pembagian hasil keuntungan, Faruq belum dapat memastikannya. Sebab, tarif wts yang ditawarkan tersangka kerap berbeda satu sama lain. Tergantung proses negosiasi tersangka dan lelaki hidung belang.

 

"Kita belum tahu berapa pembagiannya antara tersangka dan wts. Masih kami terus dalami," tutupnya.

 

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap tersangka di kamar 209 Hotel Cordex, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (1/9/2018). Kasus tersebut terungkap dari hasil pengamatan polisi sebagai calon pengguna jasa wts berinisial AAL (15).