Kelapa Gading > Laporan Utama

Peracik Miras Oplosan di Kelapa Gading Dibayar Rp 500 Ribu Sepekan

Jumat, 13 Oktober 2017 16:45 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Salah satu tersangka peracik minuman keras oplosan
Salah satu tersangka peracik minuman keras oplosan
Foto : Adi Wijaya

Share this








Dari hasil keterangan tersangka, pelaku peracik miras oplosan mendapatkan gaji sebesar Rp 500 ribu per pekan

KELAPA GADING – Empat tersangka yang dicokok Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara di sebuah pabrik minuman keras oplosan yakni Ricardo Tamba (39), Baim (31), Krisostomus Nembe (31) dan Soldier Silaban (38) harus mempertanggungjawabkan perbuatan dihadapan hukum.

Dari hasil keterangan tersangka, dari hasil produksi miras sebanyak 50 dus karton, pabrik tersebut dapat meraup keuntungan hingga Rp 4 juta per hari.

Baim (31), salah satu peracik mira oplosan mengungkapkan, dalam sepekan dirinya mendapatkan bayaran sebesar Rp 500 ribu. Pekerjaan haram yang digelutinya untuk menyambung hidup bersama keluarga.

“Mau bagaimana lagi, tidak ada pekerjaan lain yang didapat,” akunya, saat ditemui di pabrik miras oplosan di Jalan Rawa Sengon RT005 RW 022 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/10).

Menurut Baim, ilmu meracik miras oplosan didapatkan dari seorang rekan pemilik pabrik bernama Syarif. Setelah mahir,kemudian dia dipercaya meracik sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Dwiyono mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Terlebih kata dia, keempat tersangka itu dapat meracik miras oplosan sama persis seperti merek aslinya.

Namun begitu tambahnya, dalam memproduksi miras oplosan para pelaku sangat jorok dan kotor. Baik dari kondisi botol maupun bahan pencampur racikan.

“Bahkan air yang digunakannya pun air keran mentah," pungkasnya.