Kelapa Gading > Laporan Utama

Nasihat Para Pria untuk Wanita Modern

Kamis, 22 Maret 2018 15:27 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : R Maulana Yusuf

mata
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Sejumlah pria ternama turut mengomentari peran wanita pada era modern. Bagaimana tanggapan Hotman Paris Hutapea, Manson Sinaga, Kompol Arif Fazzlurahman,

KELAPA GADING - Sejumlah pria ternama turut mengomentari peran wanita pada era modern. Mereka berpendapat harus berkarier dan berkarya tanpa melupakan kodratnya.

Hotman Paris Hutapea

Banyaknya kasus  wanita yang dilecehkan atau ditinggalkan begitu saja oleh suami membuat Pengacara kondang yang memiliki gaya  nyentrik, Hotman Paris Hutapea ikut bersuara. Ayah dari Frank Alexander Hutapea, Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea ini menyarankan agar wanita harus mulai memperhatikan azas kepastian hukum.

“Contoh, setelah menikah, setiap beli harta usahakan atas nama istri atau minimum suami-istri. Bila tidak, saat cerai pembagian harta gono gini prosesnya akan lama,” tuturnya.

Di Indonesia, gugatan cerai dan gugatan gono gini tidak bisa digabung. Gugatan cerai dari Pengadilan Negeri (PN) hingga Mahkamah Agung (MA) bisa memakan waktu 3 tahun. “Sementara, selama  3 tahun hartanya sudah keburu hilang. Putus cerai baru bisa gugat gono gini. Gugat cerai 3 tahun istri dan anak keburu kelaparan, pas mau gugat lagi 3 tahun lagi akhirnya 6 tahun, mau apa lagi yang digugat, hartanya keburu hilang," tuturnya.

Itu sebabnya, dia berpendapat wanita modern harus pintar dan mandiri. Jangan sepenuhnya menggantungkan hidup terhadap laki-laki. Teruslah berkarier dan berkarya. Sehingga, suami tidak bisa otoriter.

"Umumnya, semua pelecehan karena suaminya dominan dalam karier maupun mencari uang. Oleh karena itu harus sama-sama berkarier. kalau istrinya kerja cari duit mana ada suami mukul istrinya. Kalau istrinya kabur, hilang duitnya," cetus Hotman.

Juga, harus pintar merawat tubuh dan kecantikan karena bagaimanapun suami adalah manusia yang butuh duniawi termasuk seks. "Setinggi apapun wanita dalam karier tetap harus meladeni suami. Maka hati laki-laki akan tersentuh," ujarnya.

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga

Habis Gelap Terbitlah Terang. Ungkapan ini tentu tidak asing lagi di telinga, mengingatkan kisah perjuangan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi kaum hawa. Sehingga, wanita tidak melulu ke sumur, dapur, dan kasur, tetapi juga dapat berkarya selaiknya pria. Bisa mengenyam pendidikan dan berkarier setinggi-tingginya.

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga menilai perjuangan Kartini harus terus berlanjut. Namun, jangan sampai kebablasan. Tidak melupakan kodratnya sebagai wanita, yakni sebagai ibu yang mengasuh dan mendidikan anak-anaknya dan melayani suaminya.

“Memang tidak mudah. Namun, itulah tuntutan zaman. Harus bisa menyeimbangkan antara kodrat wanita dan tuntutan terhadap kemampuan kompetensi untuk berkarya dan berkarir,” ungkapnya saat berbincang dengan infonitas.com, Jumat (16/3/2018) di kantornya.

"Pada prinsipnya wanita harus bisa berkarya dalam semua bidang yang ada baik pendidikan ekonomi politik dan lain sebagainya," tandasnya.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazzlurahman

Kesenjangan antara pria dan wanita sudah semakin menipis. Tuntutan zaman semakin berat. Wanita, saat ini, memiliki peran ganda. Itu sebabnya, Kompol Arif Fazzlurahman menilai wanita modern harus pintar dan berwawasan.

Kemampuan itulah yang akan berguna untuk dapat membuat wanita memiliki pola pikir bijaksana dalam menyeimbangkan perannya. “Bagaimanapun, peran wanita sebagai ibu dan istri jauh lebih penting. Yang paling bertanggung jawab di rumah adalah seorang ibu. Ketika bapak pergi mencari nafkah, maka ibu yang memegang peranan. Maka itu, ibu harus pintar dan berwawasan sehingga bisa tercipta generasi yang brilian,” tuturnya.

Kemampuan itu juga dapat membuat wanita kreatif. Pintar dan berwawasan juga bisa menjadi modal untuk para ibu menjadi womenpreneur. Bisa saja, berjualan lewat e-commerce. Pilihan yang cukup baik, satu sisi ada di rumah mengurus anak dan suami. Di sisi lain, bisa beraktualisasi berdagang berwirausaha melalui sosial media," ungkapnya.

Danramil 06 Kelapa Gading, Mayor Infantri Fadly Subur Karamaha

Perjuangan Raden Ajeng Kartini memang belum sepenuhnya terwujud. tetapi progressnya sudah sangat terasa hampir di seluruh bidang, baik pemerintahan, kemiliteran, kepolisian, hingga swasta.

"Di lingkungan TNI sudah ada wanita yang menjadi danramil, tepatnya di Koja, Jakarta Utara, bahkan di Cianjur ada komandan kodim dijabat oleh wanita. Di kepolisian dan kementerian juga ada," ungkapnya.

Bagi dia, pria dan wanita itu  sama. Dalam arti, semua harus berjuang memajukan bangsa Indonesia tanpa mempersoalkan tentang gender ataupun diskriminasi terhadap wanita. "Kita sama-sama warga negara Indonesia yang wajib memberikan kontribusi yang sama, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi atau apapun sesuai keahlian kita masing-masing," pungkasnya.