Kelapa Gading > Laporan Utama

Narkotika Masuk Pelabuhan, Polisi Musnahkan 5 Kilogram Sabu

Kamis, 12 Juli 2018 13:32 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Proses pemusnahan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (12/7/2018).
Proses pemusnahan narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (12/7/2018).
Foto : Adi Wijaya

Share this








Selain sabu, polisi juga memusnahkan 18 ribu pil ekstasi dari para tersangka yang mencoba masuk pelabuhan membawa narkotika.

TANJUNG PRIOK - Polres Pelabuhan Tanjung Priok memusnahkan dua jenis narkotika yakni sabu dan pil ekstasi. Barang haram tersebut didapatkan dari enam tersangka berbeda yang masuk melalui pelabuhan.

Kapolsek Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso menerangkan, total narkotika yang dimusnahkan terdiri dari 5 kilogram sabu dan 18 ribu pil ekstasi. Sedangkan enam pria yang dinyatakan tersangka yakni FES, HA, MAA, MR, AP, dan ABR.

"Tersangka kita kenakan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, minimum penjara 6 tahun penjara," kata Eko saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (12/7/2018).

Untuk kasus sabu, terdiri dari dua penangkapan tersangka berbeda. Empat kilogram sabu didapatkan dari tersangka FES, sesaat kapal yang ditumpanginya bersandar di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Senin (2/7/2018).

Sedangkan satu kilogram sabu lainnya didapat dari tersangka HA di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (21/7/2018). 

"Tersangka FES membawa sabu menggunakan kardus. Sedangkan tersangka HA menyimpan sabu di dalam rumah," terangnya.

Begitu pun tersangka MAA, MR, AP, dan ABR yang ditangkap sesaat turun dari kapal di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Kamis (26/7/2018).

Keempatnya diketahui menyimpan pil ekstasi dengan mengenakan korset yang dikenakannya. Bahkan, satu tersangka lainnya mengepit pil ekstasi pada alat vital. 

"Mereka dikendalikan seorang berinisial DR, yang masih dalam pengejaran. Membawa pil ekstasi dari Banjarmasin dan akan diedarkan di Jakarta," tutupnya.