Menhub Mencopot Kepala STIP Cilincing
Kelapa Gading > Laporan Utama

Menhub Mencopot Kepala STIP Cilincing

Rabu, 11 Januari 2017 15:16 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Share this





Budi Karya menilai kepala sekolah tidak mampu menjaga anak didiknya.

JAKARTA – Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing tewas dianiaya seniornya, Selasa (10/1/2017) malam. Mendengar itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi langsung bertindak tegas.

Dia mengaku sudah mencopot kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing. "Pertama kali, saya, kami menyatakan penyesalan dan dukacita terhadap kejadian itu. Hari ini kami sudah membebastugaskan kepala sekolah itu," ujar Budi Karya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Budi juga meminta senior yang melakukan penganiayaan ke juniornya dikeluarkan dari sekolah.

"Jadi kita secara khusus mengatakan ketat, apabila ada senior yang melakukan itu, sanksinya keluar. Juga demikian, apabila kepala sekolah tidak dapat mengendalikan, artinya kita anggap tidak mampu," tegas Budi.

Budi tak menampik, aksi penganiayaan di sekolah akademi semacam STIP bukan kali ini saja terjadi. “Maka itu, harus ada pengawasan ketat. Kepala sekolah harus mampu,” tuturnya.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Warnet yang Beroperasi 24 Jam Akan Diawasi

Rabu, 18 Januari 2017 10:39 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Warnet
Warnet

Share this





Kapolres Metro Jakarta Utara M. Awal Chaeruddin dan Wakil Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Purwoko akan bekerjasama mengawasi warnet yang beroperasi 24 jam.

KOJA - Kapolres Metro Jakarta Utara M. Awal Chaeruddin akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk memantau seluruh Warung Internet (Warnet) di wilayahnya yang beroperasi selama 24 jam. Sebab, menurut dia, sejumlah tindak kriminalitas bermula dari warnet.

"Seperti penusukan yang terjadi di wilayah Kalibaru, Cilincing, Senin kemarin. Selama ini, warnet 24 jam kerap dijadikan wadah pesta miras. Dari miras itulah, orang bisa melakukan apa saja termasuk pencurian dan tindak kriminal lainnya," jelas Awal di Polres Metro Jakut, Selasa (17/1/2016).

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Purwoko juga sependapat. Dia mengaku sudah kerap kali melakukan pemantauan pelajar yang sering beraktivitas di warnet.

Hanya saja, pemantauan tersebut baru berlangsung saat jam sekolah. Jika memang diperlukan pemantauan pada malam hari yang buka 24 jam tentu saya setuju. Kami akan kita koordinasikan dengan pihak kepolisian,” tandasnya.

Seperti diketahui, seorang tuna wisma di Kalibaru, Cilincing ditusuk oleh pelaku bernama Anshor (17). Kejadiannya bermula dari warnet.

Saat itu, pelaku merasa diremehkan oleh korban. Korban sering memalaknya. Kemudian, mereka berdua baku hantam hingga pelaku menancapkan gunting ke leher belakang sebelah kanan hingga korban tewas di tempat.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Kepala STIP Nonaktif Diperiksa Polisi

Jumat, 13 Januari 2017 14:50 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

kapolres jakut
kapolres jakut

Share this





Tidak hanya kepala STIP Nonaktif, polisi juga akan memanggil 8 PNS STIP, 6 orang resimen taruna, dan pengawas jaga malam saat pemukulan terjadi.

KOJA - Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Awal Chairuddin mengatakan, pihaknya akan memeriksa kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) nonaktif, Capt Weku Frederick di Polres Metro Jakarta Utara.

Pemeriksaan terkait  kematian taruna tingkat satu Amirulloh Aditya Putra atau Amir (19) usai dianiaya seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

"Jadwalnya, kepala STIP non aktif Capt Weku Frederick hari ini akan kami periksa karena tewasnya salah satu taruna di lantai 2 kamar M-205 gedung dermotery ring 4 STIP," kata Awal di ruang Rupatama lantai 3 Mapolres Jakarta Utara, Jum'at (13/1/2017).
 
Selain memeriksa kepala non aktif STIP, lanjut awal, pihaknya juga akan memanggil 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS) STIP, 6 orang resimen taruna, dan pengawas jaga malam saat pemukulan tersebut terjadi.

"Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan memeriksa saksi-saksi dari STIP. Nantinya mereka akan dimintai pertanggung jawabanya sampai peristiwa meninggalnya Amirulloh terjadi," pungkasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Taruna STIP Alami Luka Dalam

Rabu, 11 Januari 2017 15:01 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

ilustrasi penganiayaan
ilustrasi penganiayaan

Share this





Taruna STIP tewas dianiaya seniornya. Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan sejumlah luka di jasad korban.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Awal Chairudin mengatakan, dokter menemukan sejumlah luka di jasad Amirulloh Aditya Putra (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tewas dianiaya seniornya.

Antara lain di bibir bawah dan organ dalam korban. Juga, ditemukan bintik resapan darah di jantung dan paru-paru korban, serta kelenjar liur. Di bagian lambung korban juga ditemukan cairan hitam.

Namun, awal tak menjelaskan cairan hitam tersebut. “Pemeriksaan lain, tidak ditemukan zat narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam kasus ini, 5 orang taruna STIP menjadi tersangka. Para pelaku, kini, ditahan kepolisian,” katanya, Rabu (11/1/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus berawal usai kegiatan drum band sekitar pukul 17.00 WIB. Salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya. Mereka berencana memplonco para juniornya.

“Mereka berencana ngerjain 6 orang juniornya yang baru tingkat 1. Pada pukul 22.00 WIB, keenamnya dikumpulkan di lantai 2 kamar M-205 gedung dermotery ring 4. Kemudian mereka memukul juniornya ke arah perut, dada dan ulu hati secara bergantian dan berulang-ulang," tutur Awal di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2016).

Saat pelaku bernama Willy Hasiholan memukul korban Amirulloh, dia sempat melontarkan perkataan, "Sama-sama anak Priok." Seketika tubuh korban ambruk lantaran pukulan dengan tangan kosong pelaku menjurus perut, dada, dan uluhati korban. Para pelaku memukul bergantian dan berulang-ulang.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Masih Ada Aksi Plonco di STIP

Rabu, 11 Januari 2017 10:45 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

Pelaku penganiayaan di STIP.
Pelaku penganiayaan di STIP.

Share this





Empat orang senior STIP memukuli juniornya hingga tewas. Pukulan mengarah ke perut, dada dan ulu hati secara berulang-ulang.

KOJA - Seorang taruna junior di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirulloh Adityas Putra (19) tewas setelah dianiaya oleh 4 seniornya
usai latihan drumband di lantai 2 kamar M-205, gedung Dermotery Ring 4 STIP, Jalan Marunda Makmur, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Ke-4 pelaku tersebut diketahui bernama Sisko Mataheru (21), Willy Hasiholan (22), Iswanto (23), dan Akbar ramadhan (21).

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Awal Chaerudin, penganiayaan terjadi karena ulah iseng para senior korban. Sekitar pukul 17.00 WIB atau usai kegiatan drumband, salah satu pelaku Sisko Mataheru mengajak kumpul pelaku lainya.

“Mereka berencana ngerjain 6 orang juniornya yang baru tingkat 1. Pada pukul 22.00 WIB, keenamnya dikumpulkan di lantai 2 kamar M-205 gedung dermotery ring 4. Kemudian mereka memukul juniornya ke arah perut, dada dan ulu hati secara bergantian dan berulang-ulang," tutur Awal di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2016).

Saat pelaku bernama Willy Hasiholan memukul korban Amirulloh, dia sempat melontarkan perkataan, "Sama-sama anak Priok." Seketika tubuh korban ambruk lantaran pukulan dengan tangan kosong pelaku menjurus perut, dada, dan uluhati korban.

“Para pelaku akhirnya panik dan selanjutnya menghubungi senior 4 dan dilanjutkan ke pembina piket dan medis STIP," paparnya.

Pelaku mengetahui korban sudah tidak bernyawa usai pemeriksaan dokter piket STIP. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Cilincing.

“Ini sudah ketiga kalinya. Sebelumnya terjadi pada 2012 dan 2013. Atas perbutanya pelaku dijerat pasal 170 sub 351 ayat 3 KUHP dengan tindak penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun," tutup Awal



 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Kontrakan di Semper Barat Kebakaran

Kamis, 22 Desember 2016 14:31 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Ilustrasi Kebakaran
Ilustrasi Kebakaran

Share this





Untuk memadamkan api petugas pemadam menerjunkan 10 unit mobil pemadam. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13:00.

CILINCING – Kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk yang berada di Jalan Raya Cilincing RT15/16, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kebakaran tersebut melanda sebuah kontrakan dua pintu.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadji Gunawan mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11:45. "Kami mendapat laporan warga terjadi kebakaran rumah padat penduduk," ujar Satriadji kepada wartawan, Kamis (22/12/2016).

Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mengerahkan 10 unit mobil pemadam ke lokasi. Alhasil, api berhasil dipadamkan petugas satu jam kemudian.  "Api sudah bisa di padamkan selama satu jam, sekarang masih dalam pendinginan di lokasi kejadian," tuturnya.

Satriadji melanjutkan, diduga kuat kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendel listri dari salah satu rumah yang terbakar. "Tidak ada korban dalam kebakaran di perumahan padat penduduk dan akibat kebakaran kerugian di perkiraan puluhan juta," tutupnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

30 Bangunan di Semper Dibongkar

Selasa, 13 Desember 2016 19:33 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Ilustrasi bangunan liar
Ilustrasi bangunan liar

Share this





Setelah pembongkaran, Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara akan melakukan pengerukan saluran.

CILINCING – Petugas gabungan dari Satpol PP, PPSU, Polisi, dan TNI membongkar 30 bangunan di RW 15 dan 16, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Puluhan bangunan ini dibongkar karena berdiri di atas Saluran Penghubung (PHB).

Menurut Kasi Pemerintahan Kelurahan Semper Barat Sudianto, sebelum pembongkaran, pihaknya sudah memberi peringatan kepada para pemilik bangunan. Dalam prosesnya, ada yang sudah membongkar sendiri, ada juga yang mengabaikan.

“Nah, yang belum kita bongkar. Total, ada 31 petugas gabungan yang kami kerahkan," ucap Sudianto, Selasa (13/12/2016).

Selanjutnya, kata dia, Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara akan melakukan pengerukan saluran tersebut dalam waktu dekat.

"Kami harap, warga menyadari tidak boleh mendirikan bangunan di atas kali dan saluran. Ini sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Dihantam Dump Truk, Bikers Tewas di Jalan Akses Marunda

Rabu, 30 November 2016 16:35 WIB
Editor : Dany | Reporter : Wahyu

Ilustrasi Tabrakan Motor dengn Truk
Ilustrasi Tabrakan Motor dengn Truk

Share this





Korban langsung tewas di lokasi kejadian sementara sopir truk berhasil meloloskan diri dan masih dalam pencarian polisi.

CILINCING - Seorang pengemudi motor Rivandi Yoda Kusuma (25) tewas dengan luka di kepala akibat motor Honda Beat Nopol B 3488 FYW yang dikemudikan ditabrak oleh Dump Truk Nopol B 9688 XE, di Jalan Akses Marunda arah Barat tepat di seberang SMP N 266, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (30/11/2016) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari tubuh korban ditemukan identitas berupa KTP yang beralamatkan di Bumi Anggrek blok27 RT01/07 Karangsatria, Tambun Utara, Bekasi. "Benar ada kecelakaan tersebut. Diketahui tadi ada korban jiwa dari pengemudi sepeda motor," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Utara AKP Sigit, saat di hubungi media, Rabu (30/11/2016).

Berdasarkan keterangan saksi di sekitar kejadian, Sigit menjelaskan keduanya sedang melaju dari arah Jalan Cilincing Raya, Jakarta Utara. Seketika Dump Truk tersebut langsung menghantam motor didepanya hingga pengemudi motor tersebut tewas. Namun, sialnya sang pengemudi truk berhasil meloloskan diri.

"Korban tewas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, Jakarta pusat. Kami masih mencari siapa pengemudi truk tersebut," tegas Sigit

Sementara bangkai kedua kendaran tersebut langsung diamankan ke Satlantaswil Jakarta Utara guna dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Murid TK dan PAUD Dapat Sosialisasi Penanganan Kebakaran

Rabu, 23 November 2016 15:37 WIB
Editor : Dany Putra | Sumber : DBS

Ilustrasi Sosialisasi Penanganan Kebakaran.
Ilustrasi Sosialisasi Penanganan Kebakaran.

Share this





Sosialisasi penanganan bahaya kebakatan pada anak usia dini sangat perlu dilakukan untuk menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak akan bahaya kebakaran.

JAKARTA – Sebanyak 166 murid Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapatkan sosialisasi penanganan bahaya kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Utara.

Sosialisasi ini digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh, Semper Barat, Cilincing, Rabu (23/11/2016). Dalam acar sosialisasi ini para ibu-ibu di sekitar RPTRA juga sangat antusiasi mengikuti pelatihan penanganan kebakaran.

Kepala Suku Dinas PKP Jakarta Utara Satriadi Gunawan mengatakan, sosialisasi penanganan bahaya kebakatan pada anak usia dini sangat perlu dilakukan. Menurutnya, hal tersebut untuk menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak akan bahaya kebakaran.

"Sosialisasi ini diberikan agar mereka tahu penyebab kebakaran. Karena salah satu penyebab kebakaran akibat anak-anak bermain api," katanya.

Dia menjelaskan, dalam kegiatan ini, ibu-ibu yang tinggal di sekitar RPTRA juga diajarkan menangani kevakaran pada kompor gas. "Dengan pelatihan ini mereka jadi tahu apa yang harus dilakukan," tandasnya







Kelapa Gading > Laporan Utama

DPRD Minta Pembangunan Rumah Pompa Cilincing Dipercepat

Selasa, 06 September 2016 11:04 WIB
Editor : Wahyu AH | Sumber : DBS

Istimewa-ilustrasi rumah pompa.
Istimewa-ilustrasi rumah pompa.

Share this





Kawasan pemukiman di sekitar Cakung Drain sangat rentan dengan banjir. Itu sebabnya, keberadaan pompa air sangat vital.

JAKARTA – Pembangunan rumah pompa di kawasan Cilincing, Jakarta Utara yang berdekatan dengan Cakung Drain harus dipercepat. Sebab, sejumlah kawasan di Jakarta Utara lebih rendah dari posisi kanal sehingga rentan banjir.

Demikian dikatakan anggota badan anggaran DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad. "Kawasan Jakarta Utara hidup dari pompa, jangan sampai banjir besar dulu baru pikirkan pasang pompa," ujarnya, Selasa(6/9).

Permintaan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak musrenbang. Namun, hingga kini, belum juga terealisasi. Kami harap ini menjadi perhatian dinas terkait,” pungkasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Kali Gendong Cakung Drain Dangkal dan Bau

Rabu, 31 Agustus 2016 13:42 WIB
Editor : Dany | Reporter : Wahyu

Kondisi Kali Gendong Cakung Drain.
Kondisi Kali Gendong Cakung Drain.

Share this





Karena dangkal, permukaan air kali Gendong Cakung Drain mudah naik dan akhirnya menggenangi permukiman warga.

CILINCING - Kali Gendong Cakung Drain yang berlokasi di Jalan Bulak Cabe RW 09, Cilincing, Jakarta Utara atau wilayah yang akrab disebut Rawa Malang kondisinya sangat memprihatinkan.

Air yang menghitam, banyaknya sampah dan aroma tak sedap tercium dari kali tersebut. Tak hanya itu saja, pada kedua sisi kali Gendong Cakung Drain juga nampak bangunan-bangunan permanen yang menjorok ke aliran sungai, sehingga menambah kumuh kali tersebut.

"Kali ini (cakung drain) udah lama mas gak dikeruk, makanya kali itu dangkal terlebih hitam dan dan bau," ujar Hamdani (38) warga sekitar, Rabu (31/8/2016).

Dia melanjutkan, pada saat musim penghujan tiba warga sekitar harus bersiap diri menaikan barang-barang perabotan rumah ketempat yang lebih tinggi. Hal ini lantaran permukaan air kali Gendong Cakung Drain mudah naik dan akhirnya menggenangi permukiman warga.

"Karena dangkal tadi, makanya airnya naik ke atas permukaan sampai masuk ke rumah-rumah penduduk," pungkasnya.