Kelapa Gading > Laporan Utama

Pasca Vonis Ahok

Larangan Ahok dan Firasat Umi Nurul

Kamis, 11 Mei 2017 12:22 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Yatti Febriningsih

Umi Nurul
Umi Nurul
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Pesan dari Ahok tersebut membuat Umi Nurul mengurungkan niatnya untuk mengahdiri sidang putusan Ahok.

JAKARTA – Salah satu relawan setia Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Umi Nurul rela berpuasa dan berencana untuk menghadiri sidang vonis Ahok yang digelar, Selasa (9/5/2017) kemarin. Namun, umi sapaan akrabnya dilarang datang oleh Ahok dengan suatu alasan. 

“Memang Umi udah mau siap-siap berangkat kesana, rencana itu jam 05.00 pagi setelah subuh, semuanya sudah siaplah untuk berangkat.  Tapi, malamnya orangnya Ahok ngasih tahu Umi kalau ada pesan dari Ahok, katanya umi tidak usah datang. Soalnya nanti keadaan nanti takut gawat,” jelas Umi Nurul saat berbincang dengan Infonitas.com, Rabu (10/5/2017) malam. 

Pesan dari Ahok tersebut membuat Umi Nurul mengurungkan niatnya untuk mengahdiri sidang putusan Ahok. Umi mengatakan, dia hanya bisa mendoakan Gubernur non aktif tersebut dari rumahnya yang berada di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. 

Baca Juga : Mudik Lebaran ke Lampung Bisa Lewat Tanjung Priok

“Jadi umi berdoa dirumah aja. Jadi umi putuskan untuk tidak berangkat karena umi lihat tekanan massa juga banyak. Begitu ada putusan itu, Umi kagetlah, terkejut.,” lanjutnya.

Umi mengaku sudah memiliki firasat jika pengadilan akan menjatuhi hukuman penjara kepada Ahok. Kendati begitu, Umi mengaku tidak menyangka hukuman yang dijatuhkan jauh dari tuntutan jaksa yang hanya menuntut selama 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun. 

“Jadi kalau firasat itu ada sedikit yah, tapi tidak sampai dijatuhi hukuman sampai dua tahun gitu. Karena hakim biasanya dia tidak lepas dari tuntutan jaksa bahkan kurang dari itu. Umi palig merasa hukuman dua tahun itu paling percobaan, itu udah maksimal itu,” tandasnya.