Kelapa Gading > Laporan Utama

Kisah Jukir Tuna Rungu di Kelapa Gading Dipalak Preman

Jumat, 21 April 2017 18:12 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Jukir Tuna Rungu, Tuti
Jukir Tuna Rungu, Tuti
Foto : Adi Wijaya

Share this








Juru Parkir (Jukir) tuna rungu di Kelapa Gading, Jakarta Utara harus rela dipalak preman setiap hari.

KELAPAGADING - Memang malang nasib Tuti (55), seorang Juru Parkir (Jukir) yang mengidap Tuna Rungu di kawasan Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penghasilan sekitar Rp. 300 ribu harus dipotong setoran wajib sebesar Rp 100 ribu setiap harinya oleh oknum yang disebutnya 'Orang Ambon'.

Dia menjelaskan, oknum tersebut datang menghampirinya setiap hari, pada Pukul 09.00 WIB atau hingga Pukul 11.00 WIB. Jika tak diberikan, maka tak segan perlakuan kasar mengancamnya.

"Suami saya, Apuang (48) pernah digebukin lantaran protes kepada mereka," ungkap Tuti, saat ditemui di Jalan Gading Elok Utara, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/4/2017).

Setoran wajibnya itu, membuat Dia harus ekstra bekerja setiap hari, mulai Pukul 06.00 WIB hingga Pukul 23.00 WIB. Badan memang terasa remuk, namun jika tak seperti itu, hanya 'angin jalanan' yang didapatkannya. Penghasilan memarkir kendaraan habis terpotong setoran tersebut.

"Kadang pusing sendiri kalau parkir kendaraan sepi. Sementara setoran harus diberikannya," ungkapnya.

Baca juga : Sambut Kartini, Kalijodo Kreatif Festival Digelar Sepekan

Wanita asal Bogor, Jawa Barat itu menceritakan, Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Utara tak mampu mencegah oknum tersebut. Padahal dia telah melaporkannya, namun tak pernah ada penyelesaian.

"Waktu itu pernah dilaporin, tapi mereka (oknum Ambon) masih saja terus meminta setoran," tutupnya.