Kelapa Gading > Laporan Utama

Kelapa Gading Punya Camat Baru

Kamis, 12 Januari 2017 16:29 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Camat Kelapa Gading Manson Sinaga
Camat Kelapa Gading Manson Sinaga

Share this





Manson berharap, semua pihak bisa saling bersinergi menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

KELAPA GADING – Sejak 3 Januari 2016, Manson Sinaga resmi menjabat sebagai camat Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebelumnya, dia adalah camat Ciracas, Jakarta Timur.

Bagi Manson, ini tantangan baru. Sebab, karakteristik wilayah Kelapa Gading sangat berbeda dengan Ciracas. Di sini, banyak perumahan elit dan pusat perekonomian. Mayoritas masyarakat juga kalangan menengah ke atas. Tentu, butuh cara pendekatan yang berbeda.

“Itu sebabnya, sekarang saya masih terus konsolidasi baik secara internal maupun eksternal. Kami akan terus mensinergikan seluruh komponen pejabat tingkat kecamatan maupun kelurahan, serta unit sektor lainnya ke lingkup eksternal, seperti RT, RW, LMK, FKDM, Karang Taruna, dan organisasi lainnya,” tuturnya, Kamis (12/1/2017).

Manson berharap, semua pihak bisa saling bersinergi menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman. “Masyarakat harus proaktif. Sebab, semua program tidak akan maksimal tanpa peran serta dari masyarakat,” ucapnya.

"RT dan RW ujung tombak sebagai perpanjangan tangan untuk dapat menyampaikan program-program kepada masyarakat. Mereka juga bisa sebagai kontrol. Kami selalu siap menerima masukan dan saran dan akan kami lakukan sebatas wewenang kami," pungkasnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

PKL Liar Bertebaran di Boulevard Barat Raya

Rabu, 01 Maret 2017 17:49 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

PKL Liar
PKL Liar

Share this





Kemacetan yang kerap terjadi di Boulevard Barat Raya merupakan dampak dari keberadaan PKL liar.

KELAPA GADING – Keberadaan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di sisi Jalan Boulevard Barat Raya menjadi salah satu penyebab kemacetan. Keberadaan para penjual makanan tersebut meresahkan para pengguna jalan.

Pengendara sepeda motor Hartono (29) mengatakan, PKL liar itu sebabkan menyempitnya ruas jalan. Gerobak maupun bangku milik pedagang kerap ditaruh di sisi jalan.

"Sebenarnya mereka hanya di trotoar. Namun, barang dagangan yang dibawanya kerap disimpan di sisi jalan," ungkapnya saat di temui di depan Komplek Bukit Gading Villa, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelyrahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/3/2017).

Menurut Ia, pemerintah setempat harus tegas dalam mengontrol keberadaan PKL liar.  Selain itu, razia juga tidak hanya dilakukan begitu saja tanpa memberikan solusi yakni berupa tempat relokasi.

"Kalau mereka (pedagang) beralasan cari uang, ya sama kami juga bekerja mencari uang," tutupnya.

Untuk diketahui, selain diakibatkan keberadaan PKL liar di sisi jalan, kemacetan juga nampak disebabkan adanya 'U turn' atau puteran arah kendaraan di depan pintu gerbang Mall Of Indonesia (MOI). Kendaraan melintas menuju arah bunderan Kelapa Gading, harus mengantre terhadap kendaraan yang berputar dari arah sebaliknya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Nasib Pemukiman Kalangan Bawah di Kelapa Gading Barat

Rabu, 01 Maret 2017 16:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Pemukiman Kelas Bawah di Kelapa Gading Barat
Pemukiman Kelas Bawah di Kelapa Gading Barat

Share this





Banyaknya bangunan hunian flat dan kawasan bisnis di Kelapa Gading Barat membuat pemukiman warga kelas bawah habis secara perlahan.

KELAPA GADING – Bangunan konservatif seperti Mall, pertokoan, apartemen hingga perumahan kelas eksekutif semakin tumbuh pesat di Kelapa Gading Barat. Hal ini, berbanding terbalik terhadap keberadaan pemukiman penduduk bagi kalangan bawah yang semakin tergerus kemajuan zaman.

Contohnya, pemukiman penduduk kalangan bawah hanya menyisakan RT09-10 RW 04. Tepatnya di Jalan Inspeksi Kali Sunter. Itu pun tak lagi dihuni penduduk lama, lebih banyak penduduk pendatang.

"Di sini banyak penghuni kos. Mereka bekerja di perkantoran dan Mall di Kelapa Gading," ujar Rohiyat (57), warga RT09/04, Kelurahan Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/3/2017).

Dia menceritakan, awal kedatangannya dari Kendal, Jawa Tengah sekitar tahun 1980, kawasan Kelapa Gading Barat masih dipenuhi rawa. Tumbuhan Enceng gondok pun menghiasi ditiap sudut rawa.

"Sekarang berubah menjadi gedung tinggi," ungkapnya.

Kekhawatiran penduduk di lingkungan itu semakin tinggi. Sebab, desakan penguasaan Komplek AL Kodamar kerap menghantui. Bahkan, percekcokan kepemilikan tanah pernah terjadi pada 2015 lalu.

"Meski status tanah kami hanya berupa girik, namun kami sudah menempati sejak lama. Jadi kami tetap bertahan," paparnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, para pemilik bangunan di lingkungannya sering mengajukan perubahan status tanah hak milik (sertifikat). Namun, belum juga mendapatkan angin segar dari Pemprov DKI Jakarta hingga detik ini.

"Pernah mau dibuatkan sertifikat diakhir masa kepemimpinan Gubernur sebelumnya. Namun, pergantian Gubernur Jokowi-Ahok justru kabar baik itu hilang," tutupnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Antisipasi Banjir, Camat Kelapa Gading Buat Sodetan

Rabu, 01 Maret 2017 14:06 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Pembangunan Sodetan
Pembangunan Sodetan

Share this





Banjir yang melumpuhkan kawasan Kelapa Gading pada Selasa (21/2/2017) lalu membuat Camat Kelapa Gading menambang jumlah saluran air di area tugasnya itu.

KELAPA GADING – Genangan yang sering terjadi di wilayah Kelapa Gading diakibatkan oleh kurangnya saluran air yang tersedia. Untuk antisipasi, Camat Kelapa Gading Manson Sinaga membuat crosing atau sodetan diberbagai wilayah.

Sodetan ini nantinya akan dibangun di depan Apartemen Greenhiil, Jalan Pegangsaan Dua, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Disana kerap terjadi genangan 20-30 sentimeter. Sodetan akan dibuat dari depan apartemen hingga saluran Penghubung (PHB) Hybrida," ujar Manson saat ditemui di kantornya, Jalan Boulevard Barat Raya, RT01/12, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/3/2017).

Minggu lalu, pihaknya juga telah merampungkan sodetan di Jalan Boulevard Timur. Nantinya saluran air ini akan mengalir hingga PHB Jingga.

"Hasilnya efektif. Genangan tak terlalu tinggi seperti sebelumnya dan sangat cepat surut," ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai perbaikan saluran air pun telah dilakukannya kepada Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara. Perbaikan itu, diharapkan dapat memperlebar dan memperdalam saluran air, sehingga dapat menampung dan mengaliri air.

"Salah satu saluran yang akan diperbaiki, yakni di Jalan Boulevard Barat. Disana salurannya kecil, harus diperbesar agar air tak meluber ke jalan," tutupnya.

Kelapa Gading > Laporan Utama

Graffiti Liar dan Toilet Kotor di Taman Jogging

Selasa, 28 Februari 2017 17:35 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Salah satu coretan graffiti liar di Taman Jogging , Kelapa Gading. (Adi)
Salah satu coretan graffiti liar di Taman Jogging , Kelapa Gading. (Adi)

Share this





Sekilas, taman tersebut nampak rapi dan nyaman.

KELAPA GADING - Keberadaan Taman Jogging di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi suatu kebanggaan warga setempat. Berbagai fasilitas disiapkan bagi kenyamanan pengunjung. 

Sekilas, taman tersebut nampak rapi dan nyaman. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, terdapat coretan graffiti liar pada tembok bangunan gardu listrik. Bahkan, toilet di sana berbau pesing.

"Saya baru ngeh (sadar) hari ini ada tulisan itu," kata Imam Sudrajat, pengelola Taman Jogging saat ditemui Infonitas.com di Jalan Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (28/2/2017).

Graffiti liar bertuliskan 'BPC BRCF' berwarna merah terpampang pada tembok bercat hijau.

"Toilet sih setiap hari kami bersihkan. Mungkin ada pengunjung yang tidak menjaga kebersihan setelah menggunakan toilet," dalihnya.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Antisipasi Banjir, Tiga Pilar Kelapa Gading Apel Siaga

Selasa, 28 Februari 2017 12:00 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adi Wijaya

Apel kesiapsiagaan wilayah Kelapa Gading
Apel kesiapsiagaan wilayah Kelapa Gading

Share this





Tiga Pilar (Pemda, TNI, Polisi) Kecamatan Kelapa Gading gelar apel kesiapsiagaan banjir guna cek kesiapan personel, peralatan, serta logistik.

KELAPAGADING - Tiga Pilar (Pemda, TNI, Polisi) Kecamatan Kelapa Gading gelar apel kesiapsiagaan banjir, di Jalan Arteri Kelapa Gading, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut dilakukan guna mengecek kesiapan personel, peralatan, serta logistik yang dimilikinya.

"Kami siap mengantisipasi genangan ataupun banjir selama 24 jam," ujar Camat Kelapa Gading, Manson Sinaga, saat ditemui di Jalan Arteri Kelapa Gading, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (28/2/2017).

Dia menerangkan, antisipasi itu dilakukan dengan mengerahkan seluruh pasukan, seperti Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), PHL Kebersihan, dan PHL Dinas Sumber Daya Air (SDA). Mereka ditugaskan mengeruk sampah dan lumpur di seluruh saluran air kecil maupun besar.

"Sedangkan unsur lainnya, Kepolisian, Koramil, Damkar, beserta organisasi masyarakat lainnya akan turut menanggulangi jika sewaktu terjadi genangan ataupun banjir," paparnya.

Terkait terjadinya banjir pada Selasa (21/2/2017) lalu, Manson mengungkapkan terimakasih atas penanggulangan cepat dari seluruh unsur. Hal itu, menjadikan genangan surut dalam hitungan jam.

"Kita himbau agar masyarakat turut peduli terhadap saluran air. Tidak panik saat terjadi genangan atau banjir, karena kami siap melayani 24 jam," tutupnya.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Kecelakaan Kuli Bangunan di Pegangsaan Dua

Senin, 27 Februari 2017 19:09 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Lokasi penemuan jenazah, bangunan rumah. (Adi)
Lokasi penemuan jenazah, bangunan rumah. (Adi)

Share this





Pria ini ditemukan tewas di sebuah rumah renovasi di Jalan Puspa Gading, VIII Blok C1/21 RT 09/16, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara,

KELAPA GADING - Takdir nahas menimpa seorang kuli bangunan Mr X. Pria ini ditemukan tewas di sebuah rumah renovasi di Jalan Puspa Gading VIII, Blok C1/21 RT 09/16, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar Pukul 16.00 WIB.

"Iya benar. Ada kuli bangunan tewas di sana," ujar Kompol Argo Wiyono, Kapolsek Kelapa Gading, saat dikonfirmasi infonitas.com, Senin (27/2/2017).

Dia menerangkan, korban yang masih belum teridentifikasi itu diduga tewas akibat kecelakaan kerja. Sejumlah saksi, seperti seorang security Robby Kurniawan (30) dan teman kerja korban Warsito (50) tengah menjalani pemeriksaan. 

"Jenazah sudah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat guna diidentifikasi," kata dia.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Lurah Kelapa Gading Timur Siap Bongkar Saluran Air

Senin, 27 Februari 2017 15:18 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi pembersihan saluran air.
Ilustrasi pembersihan saluran air.

Share this





Penumpukan lumpur pada sejumlah titik saluran air pun tak terbendung.

KELAPA GADING – Sempitnya lebar saluran air di kawasan Kelapa Gading Timur telah menjadi penyebab  salah satu faktor banjir selama ini. Penumpukan lumpur pada sejumlah titik saluran air pun tak terbendung.

Menghadapi persoalan tersebut, Lurah Kelapa Gading Timur Suci Cintya Putri mengklaim, sudah mengajukan pelebaran saluran air kepada Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara.

"Soal realisasinya, tergantung keputusan Sudin SDA," kata Cintya saat dikonfirmasi Infonitas.com di Kelapa Gading Timur, Senin (27/2/2017).

Mengantisipasi banjir diakuinya dengan berbagai cara. Seperti pembersihan tali air dan pengerukan sampah dan lumpur oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari wilayahnya.

"Ada juga bantuan tenaga dari pasukan 'biru' Sudin SDA. Mereka bertugas mengeruk lumpur pada saluran yang lebih lebar," ungkapnya.

Menanggapi saluran air tertutup, dia mengaku sebagian saluran itu telah dibongkar. Tak ada kompromi baginya, untuk pembenahan saluran air.

"Agar tidak banjir. Ya terpaksa kami bongkar. Kami keruk sampah dan lumpurnya," kata dia.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Penutupan Saluran Air Bikin Kelapa Gading Banjir

Senin, 27 Februari 2017 14:03 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Saluran air di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading. (Adi)
Saluran air di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading. (Adi)

Share this





Penelusuran infonitas.com, saluran air di sepanjang Jalan Boulevard Raya ditutup permanen.

KELAPA GADING - Banjir kerap melanda kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ternyata, banjir di kawasan  ini bukan sekadar faktor alam. Namun, terdapat andil manusia dalam menjaga lingkungan. Bahkan, juga ada  ulah masyarakat yang sengaja merusak saluran air demi kepentingan usaha atau bisnis.

Penelusuran infonitas.com, saluran air di sepanjang Jalan Boulevard Raya ditutup permanen. Bahkan, hingga sejajar dengan aspal jalanan. Di atas saluran itu, berjejer puluhan kendaraan terparkir di depan jejeran pertokoan dan rukan.

"Kami sulit membersihkan saluran air itu. Harus dibongkar," ujar Muslim (42), Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Kelapa Gading Timur saat ditemui Infonitas.com di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (27/2/2017).

Saluran tertutup itu hanya dilubangi sekitar 20 sentimeter. Tujuan penutupan, diduga agar air dapat mengalir masuk ke dalam saluran. Tetapi, lgi-lagi jika diperhatikan lebih dalam, bagian dalam lubang itu terdapat tumpukan sampah dan lumpur. 

Di sisi lain, seorang juru parkir, Iskandar (31) mengaku tahu alasan penutupan saluran air itu. Ia mengatakan ditutupnya saluran air guna memperluas lahan parkir di depan pertokoan. Bahkan, ia tak menampik penutupan saluran air itu menyebabkan sulitnya pembersihan.

"Saya kurang tahu kapan saluran ditutup. Tapi, setahu saya, selama jadi Jukir di sini, nggak pernah ada petugas kebersihan yang membersihkan saluran air," kata Iskandar.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Kelapa Gading Tak Ramah Pejalan Kaki

Senin, 27 Februari 2017 13:57 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Adi Wijaya

Tak ada trotoar di Jalan Boulevard Kelapa Gading
Tak ada trotoar di Jalan Boulevard Kelapa Gading

Share this





Julukan kawasan elit tak sepadan dengan kenyataan, Kawasan Kelapa Gading tetap memiliki kekurangan yaitu tak ada trotoar yang ramah pejalan kaki.

KELAPAGADING - Banyak yang mengira kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, merupakan wilayah termewah dengan segala kemudahan fasilitas dimiliki seperti mall, pusat perkantoran, apartemen, hingga pemukiman elit. 

Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik. Hal kecil telah terlupakan dari kawasan itu, yakni minimnya akses pejalan kaki pada trotoar.

Penyisiran infonitas.com, tak satu pun trotoar di Jalan Raya Kelapa Nias, Jalan Boulevard Barat Raya, Jalan Jalan Boulevard Timur, Jalan Boulevard Raya, hingga Jalan Pegangsaan Dua, yang nyaman bagi pejalan kaki. Keseluruhan kondisi trotoar di jalan tersebut nampak hancur dan beralaskan tanah.

Seperti di Jalan Raya Kelapa Nias, pejalan kaki terpaksa berjalan di sisi kiri jalan. Mereka harus meningkatkan kewaspadaan agar tak terserempet kendaraan melintas dengan kecepatan yang tinggi.

"Tak ada trotoar. Hanya ada lahan yang dipenuhi pepohonan. Itu pun masih berupa tanah," ujar Hidayat Nur (25), karyawan di salah satu perusahan swasta di Kawasan Kelapa Gading, saat ditemui di Jalan Raya Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (27/2/2017).

Dia pun menyayangkan hal itu. Sebab, lokasi yang digandrungi sebagai kawasan elit justru terlihat hanya memperhatikan para pemilik kendaraan mayoritas mobil.

"Contohnya di Jalan Boulevard Raya. Tak ada akses pejalan kaki. Seluruh lahan di depan pertokoan diisi parkiran mobil," tutupnya.

 

Kelapa Gading > Laporan Utama

Di Masjid Al Ikhlas, Anies Minta Doa Restu ke Jamaah

Jumat, 24 Februari 2017 15:46 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Anies di Masjid Al Ikhlas
Anies di Masjid Al Ikhlas

Share this





Putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada April mendatang membuat Calon Gubernur nomor urut satu, Anies Baswedan gencar berkampanye.

KELAPA GADING – Saat Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan melaksanakan sholat Jum'at di Masjid Al-Ikhlas sempat berkampanye di depan mimbar. Dalam manuvernya usai menjalankan ibadah tersebut, mantan Menteri Pendidikan ini meminta doa restu untuk menjalani pilkada putaran dua nanti.

"Karena status Saya ini sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, saya tidak bisa bicara banyak ya, takut dilaporin disangkanya kampanye terselubung di Masjid. Mohon doanya saja untuk ke depannya. Kita sukseskan pilkada putaran kedua yang penuh amanah," kata Anies yang lalu disambut takbir oleh para jemaah, Jumat (24/2/2017).

Pria asal Padang, Sumatera Barat ini meminta kepada para jamaah untuk menjadi contoh umat Islam yang damai di mata dunia. Sebab, penduduk di Ibukota heterogen, dalam artian berasal dari berbagai suku di wilayah Indonesia.

"saya katakan Indonesia sedang di perhatikan dunia. Terlebih Jakarta merupakan penduduk yang beranekaragam, di Indonesia sendiri merupakan negara yang mayoritas Islam. Kita tahu saat ini banyak umat yang marah karena perkataan yang menyinggung umat tapi marahnya marah damai dan taat hukum,"tutur Anies.

Anies juga menjelaskan ketimpangan ekonomi maupun sosial di DKI saat ini. Ia melihat bahwa warga Jakarta belum merasa seperti berada di rumahnya sendiri. Karena itu, dia akan membuat warga Jakarta jauh lebih nyaman lagi. "Kita harus buat warga DKI nyaman tinggal di daerahnya sendiri, di rumah sendiri, tidak seperti saat ini," kata Anies.

Selepas itu, Anies beserta rombongan akan menyambangi restoran Seafood 212 Wiro Sableng di Jalan Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara.