Kelapa Gading > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Kata Pengusaha Hotel dan Resto di Ancol Terkait UMP 2018

Kamis, 09 November 2017 16:33 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Ario Danu, pengusaha hotel dan Resto di Ancol
Ario Danu, pengusaha hotel dan Resto di Ancol
Foto : R Maulana Yusuf

Share this








Salah seorang pengusaha hotel dan resto di Ancol menganggap kenaikan UMP DKI Jakarta 2018 lumrah, sebab harga kebutuhan pokok dan tarif listrik meningkat.

ANCOL – Beberapa pengusaha keberatan dengan adanya Upah Minimun Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 naik 8,71% menjadi Rp 3,6 juta dari Rp 3,3 juta. Namun, berbeda halnya dengan Ario Danu, pengusaha perhotelan dan restoran di kawasan Ancol, Jakarta Utara ini menyikapinya dengan biasa.

Ario mengatakan kenaikan upah pekerja merupakan hal yang lumrah. Sebab, setiap pekerja berhak menuntut kesejahteraan di tengah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan tarif listrik pada saat ini.

"Saya mendukung apapun untuk rakyat itu yang harus diutamakan," ungkapnya saat berbincang dengan infonitas.com di restoran Kembang Goyang Ancol, Kamis(9/11/2017).

Dia mengakui, kenaikan UMP berdampak terhadap biaya operasional dan produksi perusahaan. Tetapi, hal tersebut dapat diatasi dengan cara pengurangan beberapa anggaran yang tentunya tidak mengurangi kualitas produksinya.

"Berpengaruh pasti ada, hanya tidak terlalu signifikan sekali kepada kualitas produk," katanya.

Danu berharap, kenaikan UMP ini juga diimbangi dengan kebijakan pemerintah untuk pelaku usaha kecil. Dia mencontohkan, seperti bunga bank yang flat dan fasilitas pengadaan yang dipermudah.