Kelapa Gading > Laporan Utama

Nasib Transportasi Tua

Kalah Bersaing, Pendapatan Bajaj BBG di Kelapa Gading Menurun

Kamis, 13 April 2017 15:45 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Bajaj BBG yang mangkal di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara
Bajaj BBG yang mangkal di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara
Foto : Adi Wijaya

Share this








Meskipun Bajaj konvensional telah bertranformasi menjadi Bajaj BBG ternyata pendapatan pengemudi justru menurun di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

KELAPAGADING – Semenjak adanya transportasi umum berbasis online, keberadaan Bajaj BBG yang biasa beroperasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara semakin lesu. Imbasnya, pendapatan para pengemudi turun drastis karena jumlah penumpang semakin sedikit.

Sopir Bajaj BBG Sanusi mengaku, sangat merasakan adanya penurunan drastis penumpang. Dirasakannya, bajaj sempat menjadi moda transportasi primadona bagi masyarakat sekitar 2000.

"Dahulu disebutnya bajaj orange. Berbahan bakar solar. Namun, bertransformasi menjadi bajaj BBG pada 2013 lalu," ungkap Sanusi, saat berada di pangkalan bajaj BBG, Jalan Gading Putih Raya, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/4/2017).

Dia menerangkan, penurunan jumlah penumpang dirasakan saat mulai menjamurnya angkutan kota (Angkot). Ditambah, saat ini berkembangnya transportasi ojeg online.

"Jauh sebelum ada mereka (Angkot dan transportasi online), saya bisa menarik sekitar 20 penumpang. Namun, kini tak sampai 10 penumpang," ungkapnya.

Baca juga : Meski Bikin Macet, Warga Pademangan Kangen Becak

Dia menjelaskan, bajaj BBG yang digunakannya merupakan milik 'si bos'. Dalam sehari, dirinya wajib menyetor sekitar Rp 100 ribu.

"Rata-rata saya mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 50 ribu per hari," tutupnya.