Kelapa Gading > Laporan Utama

Juni, 2 Kapal Besar Asal Perancis Singgah di Tanjung Priok

Sabtu, 13 Mei 2017 12:00 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

Ilustrasi kapal besar di Pelabuhan Tanjung Priok
Ilustrasi kapal besar di Pelabuhan Tanjung Priok
Foto : istimewa

Share this








Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, PT Pelindo II mengincar dua kapal besar asal Perancis untuk singgah di Tanjung Priok pada Juni mendatang.

TANJUNGPRIOK – Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara akan menjadi tempat bersandar bagi kapal-kapal besar sejenis CMA CGM Otello yang berkapasitas 8.238 TEUs yang pernah singgah di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) pada 9 April 2017 lalu.

Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, dalam waktu dekat akan ada dua kapal dengan kapasitas 8.000 sampai 10.000 TEUs datang ke Indonesia. Kapal yang dincar berasal dari Perancis yang membawa kontainer dari Amerika ke Indonesia.

"Tentu kita bukan cuma berupaya satu kapal, akan ada kapal-kapal besar lain yang reguler dan saat ini sedang penjajakan dua kapal lainnya untuk bisa datang ke Indonesia dengan kapasitas sekitar 8.000-10.000 TEUS," jelas Elvyn beberapa waktu lalu.

Bertambahnya kapal-kapal besar ke Indonesia, menurut Elvyn dapat menekan ongkos logisitik. Sebab, tidak perlu melalui Singapura, seperti sebelumnya.

"Dua lagi ini sedang dalam penjajakan, internasional juga, (dari) Eropa dan Asia Timur," katanya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II, Prasetyadi menjelaskan, kapal peti kemas berkapasitas sekitar 10.000 TEUs akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Juni 2017. Perusahaan pelayaran asal Prancis, Compagnie Maritime dAffretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) telah melakukan koordinasi untuk kedatangan kapal itu.

Salah satu kapal milik CMA-CGM dengan kapasitas 8.500 TEUs untuk pertama kalinya telah sandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada 9 April lalu. Menurut Prasetyadi, perusahaan pelayaran itu berniat meningkatkan kapasitas kapal pengangkutnya karena adanya tren peningkatan. Tingkat okupansi kapal 8.500 TEUs yang tinggi dinilai tidak lagi cukup untuk membawa muatan barang.

"Okupansi saat kapal 8.500 TEUs datang itu pertama sekitar 1.600 TEUs, yang kedua meningkat jadi 2.000 TEUs, ketiga 2.600 TEUs dan kemarin sudah 3.000 TEUs dari Jakarta. Kapalnya kan menuju Thailand dan Vietnam juga, jadi sampai Los Angeles sudah penuh," ujar Prasetyadi.

Baca juga : Perumahan Nelayan dan Restoran Apung Akan Ada di Pelabuhan Muara Angke

Sedangkan, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha dan Pelaksana Pelindo II Saptono R Irianto menjelaskan, Pelabuhan Tanjung Priok juga terus melakukan perbaikan sistem, fasilitas maupun infrastruktur, serta tarif pelayanan. Dengan begitu Tanjung Priok dapat berkompetisi dengan pelabuhan dunia.