Kelapa Gading > Laporan Utama

Jalur Maut Yos Sudarso Kembali Makan ‘Korban’

Jumat, 04 Mei 2018 10:29 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Adi Wijaya

Kecelakaan truk menabrak separator Transjakarta di Jalan Yos Sudarso (Ist)
Kecelakaan truk menabrak separator Transjakarta di Jalan Yos Sudarso (Ist)
Foto : istimewa

Share this








Jalan Yos Sudarso dikenal sebagai jalur maut karena kerap terjadi kecelakaan kendaraan. Terbaru, dua pengendara sepeda motor tewas terlindas truk di sana.

KOJA - Ruas Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara kian dipadati kendaraan bermotor. Tak hanya berlaku pada jam sibuk, kepadatan terjadi hampir sepanjang hari. Apalagi, ruas jalan itu kerap didominasi kendaraan berat, mulai bus hingga truk trailer. Ditambah menyempitnya ruas jalan akibat penutupan jalur untuk bus Transjakarta.

Akibatnya, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di sana. Terbaru, dua pengendara sepeda motor yakni Tri Hatmoko dan Syamsul Arif jadi korban jalur maut di Jalan Yos Sudarso, Kamis, (3/5/2018). Mereka tewas akibat terlindas kendaraan truk trailer,

Kanit Laka Lantas Wilayah Jakarta Utara AKP Sigit Purwanto mengatakan, korban Tri Hatmoko tewas akibat terlindas truk trailer pada pukul 11.30 WIB. Sedangkan Syamsul Arif terlindas bus Primajasa sekitar pukul 17.30 WIB. Kurangnya kewaspadaan disinyalir jadi pemicu kecelakaan tersebut.

"Sebelum terlindas, kedua korban kehilangan kendali sehingga terjatuh. Hingga akhirnya terlindas kendaraan lain," kata Sigit, saat dikonfirmasi Infonitas.com, Jumat (4/5/2018).

Dijelaskannya, kedua korban mengalami luka serius pada tubuhnya. Meski sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, nyawa Syamsul Arif tak tertolong.

"Korban Syamsul tewas setiba di rumah sakit," jelasnya.

Dia menghimbau, kepadatan arus lalu lintas perlu diwaspadai pengendara. Tak hanya pengendara sepeda motor, pengendara kendaraan berat pun diperlukan kewaspadaan tinggi. Tak jarang jalur tersebut kerap terjadi tabrakan beruntun.

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan, mengingat kepadatan arus lalu lintas semakin tinggi. Kewaspadaan perlu ditingkatkan dimana pun pengendara berada," tutupnya.