Kelapa Gading > Laporan Utama

Ini Strategi Jitu KPU Jakut Sukseskan Pemilu 2018

Selasa, 13 Februari 2018 20:56 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : R Maulana Yusuf

Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Mu’in
Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Mu’in (Ist)
Foto : istimewa

Share this








KPU Jakut memiliki berbagai strategi jitu dalam menyukseskan Pemilu 2018.

TANJUNG PRIOK - Saat Pemilihan Umum (pemilu) maupun pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, banyak sekali masalah yang dihadapi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum di Indonesia tidaklah mudah mendapatkan kepercayaan partai politik peserta pemilu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Kota Jakarta Utara Abdul Mu’in saat berbincang hangat dengan Infonitas.com, disela-sela kesibukannya mempersiapkan Pemilu 2019 mendatang.

Menurutnya, banyak kegalauan peserta pemilu terhadap proses pelaksanaan seperti daftar pemilih,logistik,pendistribusian C6 sebagai pemberitahuan kehadiran di TPS bagi pemilih yang diyakini oleh partai politik itu sebagai undangan.

Dalam menghadapi kegalauan  tersebut, pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini memiliki langkah cerdas yang selalu dilakukan di setiap Pemilu atau Pilkada.

"Untuk kegalauan terhadap DPT yang dianggap kurang valid,  kami mengajak semua peserta pemilu dan stakeholder bersama-sama mengawal proses coklit sehingga DPT yang dihasilkan lebih komprehensif," jelasnya.

Lanjutnya, untuk urusan logistic dalam pelaksanaan pemilu juga harus melakukan langkah cerdas agar pengadaan maupun distribusi sesuai dengan aturan yang berlaku baik dari kuantitas maupun kualitas.

"KKPU Jakarta Utara mengkanalisasi semua kegiatan distribusi logistik yang sebelum pelaksanaan KPU memberikan jadwal distribusi ke PPK dan PPS sampai tingkat KPPS kepada Panswas, peserta pemilu dan stakeholder agar semua dapat pula mengawal dan mengawasi agar tidak ada kecurigaan terhadap pergerakan logistik,"paparnya.

Yang tak kalah penting kata dia, pendistribusian C6 yang banyak menuai kecurigaan bagi peserta pemilu dianggap tidak sampai kepada pemilih yang berhak sesuai dengan daftar pemilih.

"Untuk menghilangkan kegalauan peserta pemilu dan stakeholder, kami mengambil langkah dengan membuat surat kepada panwas dan peserta pemilu terkait jadawal distribusi C6 kepada pemilih agar dalam pendistribusian C6 dapat bersama sama petugas KPPS dipantau atau didampingi dalam pendistribusian C6 sehingga semua dapat meyakini dengan kinerja kpu jakarta utara," jelasnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, KPU Jakarta Utara bersifat transparan dan menerima masukan terhadap kekurangan pelaksanaan tahapan sehingga dengan cepat mengambil keputusan terbaik dengan bersama-sama stakeholder dan peserta pemilu dengan demikian pelaksanaan dijakarta utara menjadi lebih kondusif.