Kelapa Gading > Laporan Utama

Ini Penyebab Munculnya Kasus Perdagangan Gadis di Kelapa Gading

Jumat, 19 Mei 2017 20:06 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi - Perdagangan perempuan
Ilustrasi - Perdagangan perempuan
Foto : istimewa

Share this








Kurangnya cinta kasih dari orang tua jadi penyebab utama maraknya perdagangan perempuan dibawah umur di Kelapa Gading.

KELAPA GADING – Ditangkapnya HS, KL, dan DN oleh Polres Metro Jakarta Utara pada Jumat (19/5/2017) siang, menambah panjang daftar kasus perdagangan perempuan di bawah umur di Tanah Air. Ketiganya merupakan mucikari yang mempekerjakan gadis-gadis belia di karaoke New Mulia Orleans, Jalan Boulevard Barat LC 6 No. 7-8-9, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Dhanang Sasongko mengungkapkan, kasus perdagangan gadis di bawah umur terjadi akibat kurangnya cinta dan kasih sayang keluarga. Utamanya dari orang tua yang telah membesarkannya.

"Fenomena ini terjadi sejak lama. Faktor utamanya minim kasih sayang orang tua. Banyak orang tua yang menganggap anak tersebut sudah dewasa, sehingga tak perlu lagi bimbingannya," ujar Dhanang saat dihubungi infonitas.com, Jumat (19/5/2017).

Terkait alasan ekonomi, Dia menyangkal hal tersebut. Dia justru mengatakan banyak keluarga yang ekonominya terbatas, namun hidup bahagia dan tidak tergoda rayuan para 'predator anak' lantaran memiliki kasih sayang yang kuat. Pendidikan akademis, moral, serta agama pun menjadi faktor penguatnya.

"Kebanyakan, anak yang terjerumus merupakan siswa putus sekolah. Ini lah yang harus dibenahi pemerintah," paparnya.

Baca Juga : Perlawanan Terhadap Ahok, Longmarch 10 Kilometer di Bekasi

Selain itu, Dia juga menyoroti perkembangan dunia media sosial (medsos) yang sering disalahgunakan. Serta kurangnya pengawasan masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

"Masyarakat harus peduli dengan lingkungannya. Jangan biarkan siswa bolos sekolah, bermain di warnet terlalu lama, dan 'nongkrong' terlalu larut. Hal itu bisa memicu para 'predator' untuk merayu anak agar mendapatkan uang," tutupnya.