Kelapa Gading > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Ini Kebohongan Anies-Sandi Kepada Buruh

Jumat, 10 November 2017 18:15 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Demo Buruh di Kawasan Industri Pulogadung
Demo Buruh di Kawasan Industri Pulogadung
Foto : R Maulana Yusuf

Share this








Kontrak politik Anies-Sandi dan koalisi buruh DKI Jakarta terkait UMP tidak sama dengan keputusan 1 November 2017. Hal ini bentuk kebohongan Anies-Sandi.

CAKUNG - Pada April 2017 lalu saat kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Anies) dan Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) meneken kontrak politik dengan Koalisi Buruh Jakarta di Aula Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. Perjanjian politik berjudul Sepultura atau Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat tersepakati antara buruh dan kedua pemimpin Ibu Kota itu. Salah satu isi perjanjian terkait upah buruh.

Namun, kontrak politik itu dianggap diingkari oleh Anies-Sandi, karena tetapkan UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta. Besaran upah tersebut, tidak sesuai dengan keinginan buruh.

Arif, salah satu perwakilan buruh yang ditemui di Kawasan industri Pulo Gadung (KIP) mengatakan Anies-Sandi telah mengecewakan para buruh. Padahal keduanya baru dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada dua minggu lalu.

"Dalam kontrak politik ada poin bahwa akan Menetapkan upah minimum DKI Jakarta lebih tinggi dari yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, melalui mekanisme Dewan Pengupahan, serta menetapkan upah sektoral, struktur dan skala upah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, sekarang kita tagih,"ungkapnya saat melakukan unjuk rasa di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017) siang.

Sementara itu, buruh lainnya Andi mengungkapkan pada hari Pahlawan kali ini, buruh se-Jakarta Raya marah karena Gubernur tidak mau menepati janjinya padahal sudah teken kontrak.

"Katanya kotanya maju terus Buruhnya sejahtera,tapi mana buktinya,dia ingkar janji, dia bohong,"ungkapnya dengan nada tinggi.