Kelapa Gading > Laporan Utama

Hindari Ilegal Fishing, Ini Cara Sudin KPKP Jakut

Selasa, 18 Juli 2017 10:31 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Sumber : DBS

 Ilustrasi Ilegal Fishing
Ilustrasi Ilegal Fishing
Foto : istimewa

Share this








Sudin KPKP Jakut menggelar pelayanan pembuatan perizinan dokumen kapal nelayan dengan cara jemput bola untuk menghindari ilegal fishing.

TANJUNG PRIOK – Hindari pejaringan ikan secara ilegal di perairan Jakarta, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menggalakan pembuatan izin Bukti Pencatatan Kapal Perikanan (BPKP). Kegiatan yang telah terlaksana sebanyak dua kali di Pelabuhan Kaliadem dan Kalibaru ini dapat menjaring sekitar 10 persen nelayan dari jumlah kapal tercatat sebanyak 1.155, membuat dokumen perizinan.

Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Rita Nirmala mengatakan, pihaknya menggelar layanan jemput bola pembuatan dokumen dan surat ijin BPKP ini, melibatkan Sudin Perhubungan dan  Transportasu serta Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Pemkot Jakarta Utara.

“Saya berharap dengan adanya layanan  jemput bola ini nantinya, seluruh kapal yang ada di Jakarta Utara ini akan memiliki kelangkapan surat-surat. Selain itu dengan adanya surat ini juga akan memudahkan kami memastikan, asal usul kapal tersebut serta memberi rasa aman dan nyaman bagi pemilik kapal,”terang Rita Nirmala dikutip dari Poskotanews.com pada Selasa (18/7/2017).

Melihat tingginya minat nelayan yang datang dan melakukan pembuatan dokumentasi kapalnya, pihaknya akan terus melakukan pelayanan jemput bola tersebut. Proses pembuatan dokumentasi dan surat ijin BPKP ini sangat mudah, para pemilik kapal cukup membawa Surat Permohonan, Identitas Pemohon seperti KTP, KK dan NPWP. Selain itu pemohon juga harus menyertakan keterangan pemilik kapal dan Surat Tukang.

“Jika persyaratan ini sudah langkap petugas Sudin KPKP akan langsung melakukan pengecekan dan pengukuran kapal. Jika seluruhnya sudah sesuai surat-surat itu akan segera di keluarkan,”terangnya.

Dengan memiliki kelengkapan surat-surat ini, maka setiap nelayan akan merasakan aman dan nyaman. Dalam layanan jemput bola ini pihaknya mengkhususnya kapal kecil dibawah 7 GT.

Sementara itu, Kasi Kelautan dan Perikanan, Sudin KPKP Hardiantoro menambahkan layan jemput bola ini sudah dilakukan dua kali. Pertama digelar di pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam layanan di lokasi ini ada sebanyak 33 pemilik kapal melakukan pendaftaran.

“Layan jemput bola yang kedua kami lakukan di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing dan TPI Kalibaru. Di dua lokasi itu sebanyak 32 pemilik kapal juga mendaftarkan kapalnya,”kata  Hardiantoro.