Kelapa Gading > Laporan Utama

HIMKI Dukung Larangan Ekspor Kayu Gelondongan

Rabu, 14 Maret 2018 19:32 WIB
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : R Maulana Yusuf

HIMKI Dukung Larangan Ekspor Kayu Gelondongan
Sekertaris Jenderal HIMKI Abdul Sobur
Foto : istimewa

Share this








Larangan ekspor kayu gelondongan oleh HIMKI untuk meredam keresahan para pelaku usaha yang bergerak di bidang barang jadi.

KEMAYORAN - HIMKI meminta pemerintah tidak menindaklanjuti dan menghapus wacana ekspor bahan baku log dan rotan karena bisa menggerus permintaan ekspor mebel dan kerajinan dan merusak iklim industri dalam negeri. 

Sekertaris Jenderal HIMKI Abdul Sobur mengatakan, potensi pindahnya permintaan produk mebel dan kerajinan ke negara lain bahkan sudah mulai terlihat sejak wacana tersebut digulirkan kembali dan menimbulkan sentimen negatif pada industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Menurutnya, negara sasaran ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia mulai meragukan stabilitas produksi mebel dan kerajinan domestik, sehingga memikirkan untuk beralih ke negara kompetitor.

“Pemerintah kami harap bisa konsisten mendorong ekspor produk barang jadi kayu dan rotan serta melarang ekspor kayu dan rotan dalam bentuk bahan baku untuk meredam keresahan para pelaku usaha yang bergerak di bidang barang jadi. Jika terjadi ekspor log, kita seperti kembali ke zaman VOC” ungkapnya, Rabu(14/3/2018)

HIMKI tetap mendukung kebijakan pemerintah terkait kebijakan larangan ekspor bahan baku berupa kayu gelondongan (log), kayu gergajian, rotan mentah/asalan, rotan poles, hati rotan serta kulit rotan sesuai dengan Permendag No. 44 Tahun 2012 demi menjamin pasokan bahan baku bagi industri barang jadi di dalam negeri.

Selain itu, HIMKI juga mendukung kebijakan pemerintah dalam  peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri, yaitu dengan mengolah bahan baku menjadi barang jadi sesuai UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

“Produk-produk yang memiliki added-value justru lebih bernilai tinggi. Oleh karena itu, kami juga terus mendorong anggota untuk memproduksi produk-produk dengan added-value yang tinggi,” pungkasnya.