Kelapa Gading > Laporan Utama

Menyoal Penggusuran Di Jakarta

Harapan Warga Gading, Anies-Sandi Jangan Takut Gusur Pemukiman Liar

Rabu, 11 Oktober 2017 09:56 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Muhammad Azzam

Penggusuran di Jakarta
Ilustrasi - Penggusuran.
Foto : istimewa

Share this








Penggusuran pemukiman liar dilakukan agar wilayah Jakarta Tertata Lebih Baik.

KELAPA GADING – Rencananya Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik pada 16 Oktober 2017 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Mereka berhasil mengalahkan lawannya yaitu Ahok-Djarot.

Saat kampanye Anies-Sandi seringkali mendatangi daerah bekas gusuran Ahok-Djarot, tak tanggung-tanggung untuk mendulang suara Anies-Sandi melakukan kontrak politik dengan warga gusuran, agar terpilih tidak melakukan penggusuran dan memperbolehkan kembali mendirikan bangunan.

Hal itu mendapat komentar dari salah warga Kelapa Gading bernama Liliyana (38). Dirinya menilai penggusuran tetap perlu dilakukan dengan menyasar ke lokasi yang memang terdapat larangan untuk tidak dihuni. Guna membuat wilayah Jakarta tertata lebih baik.

“Saya kira janjinya itu terlalu ingin memperoleh suara sekali ya, padahal kan mereka digusur juga karena melanggar berdiri di tanah pemerintah maupun di bantaran kali. Kalau terus dibiarkan dan tidak ada tindak tegas Jakarta sebagai Ibu Kota akan tetap kumuh jadinya,” tuturnya.

Warga Kelapa Gading lainnya, Nintiameisya (26) berpendapat sama. Dirinya berpendapat sebagai Ibu Kota, DKI Jakarta butuh pembenahan dari berbagai aspek. Salah satunya, aspek ketertiban dan keindahan. Dengan banyak bangunan liar yang berdiri, selain melanggar aturan yang sudah ada itu juga menambah kesemrawutan Jakarta.

“Pak Ahok gusur juga bukan asal gusur, pak Ahok gusur ada tujuannya pertama memang mereka itu tinggal di bantaran kali, tinggal di tanah pemerintah, atau tinggal dikawasan yang memang itu tidak boleh ada bangunan. Seperti kolong tol maupun pinggir rel kreta api. Itu semua dilakukan demi menata Jakarat lebih indah dan bagus. Itu juga yang digusur, disediakan rusun. Jauh lebih layak untuk dihuni,” tuturnya.