Kelapa Gading > Laporan Utama

Gampang Pesan Plat Nomor Palsu, Bisa di Pinggir Jalan hingga Dalam Mal

Senin, 06 Agustus 2018 15:33 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

plat nomor
Pembuatan plat nomor palsu sangat mudah.
Foto : Yatti Febriningsih

Share this








Gampang pesan plat nomor palsu. Sebab, tidak ada kewajiban menyerahkan STNK terlebih dahulu kepada pihak pembuat.

JAKARTA – Pelanggaran sistem perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota masih terbilang banyak. Tidak hanya menyoal kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kebijakan Ganjil Genap, banyak juga pengendara yang sengaja mengakal-akali petugas.

Antara lain, dengan menggunakan plat nomor palsu. Namun, pihak kepolisian masih memberikan toleransi. Padahal, tindakan pemalsuan masuk ke ranah pidana.

Infonitas.com coba menelusuri sejumlah tempat yang bisa membuat plat nomor palsu. Ternyata, tidak hanya di pinggir jalan, plat palsu juga bisa dengan mudah dipesan dari pedagang aksesori mobil di dalam mal, antara lain di mal Atrium Jakarta Pusat.

“Bisa pesan kok seseuai keinginan. Jadinya juga cepat, paling dua sampai tiga jam aja,” ujar Evita seorang karyawan salah satu toko aksesori mobil di lantai 5 Atrium kepada Infonitas.com di lokasi, Senin (6/8/2018). 

Tidak hanya nomor, plat juga bisa dimodifikasi agar lebih berwarna. Ada yang menggunakan dua warna. “Jadi, saat berhenti dan mengerem warnanya berbeda,” tuturnya.

Soal harga tergantung dari desain yang dipesan. “Kalau platnya saja Rp 150 ribu, kalau pakai dudukannya lengkap dengan lampu bisa Rp 300 ribuan, sedangkan kalau yang ada desain gambar di dalamnya seperti logo klub bola atau animasi lain bisa Rp 750 ribu.

Evita pun tidak menampik jika tokonya sedang banjir pesanan saat ini. Dia pun tidak mengetahui apakah plat yang dipesan palsu atau tidak. Sebab, saat pemesanan, pihak toko tidak pernah punya aturan harus menunjukkan STNK terlebih dahulu. “Konsumen datang, pesan nomor, desainnya, ya langsung kami buatin,” tuturnya.

Senada dengan Fadli, penjual jasa pembuatan plat nomor pinggir jalan di kawasan Tanjung Priok. Dia juga tidak pernah tahu apakah nomor yang dipesan sesuai dengan STNK atau tidak, dalam arti palsu atau tidak. Sebab, bukan kewajibannyalah menanyakan itu. "Kalau pemesan kami tanya begitu, ya pasti marah. Saya kan bukan polisi, saya cuma mencari uang," tuturnya pada hari yang sama.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas perhubungan (Wakadishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengimbau agar para pengendara jangan mengakal-akali petugas dengan plat nomor palsu. “Biasanya ditempel lem, macam-macam, petugas mampu mengenali kok," ujar Sigit saat dikonfirmasi, Kamis (2/8/2018).

 

Berita Terkait