Kelapa Gading > Laporan Utama

Fantastis! Bursa Otomotif Sunter Tunggak PBB Rp 3,1 M

Selasa, 14 November 2017 15:43 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Pemasangan Stiker penunggak pajak di BOS
Pemasangan Stiker penunggak pajak di BOS
Foto : Adi Wijaya

Share this








Bursa Otomotif Sunter (BOS) yang berada di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara tunggak PBB hingga Rp 3,1 miliar sejak 2016 lalu.

TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara memasang stiker penunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah lokasi. Salah satunya di Bursa Otomotif Sunter (BOS), yang berada di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Suku Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Utara Carto mengatakan, lokasi tersebut menunggak PBB mencapai Rp 3,1 miliar. Pemilik bangunan belum membayar pajak sejak 2016 lalu.

"Pemilik bangunan ini menunggak PBB dua tahun," kata Carto saat ditemui di BOS, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/11/2017).

Pemasangan stiker penunggak pajak efektif untuk menggedor pembayaran pajak. Apalagi, pembeberan nominal penunggakan pajak kepada media massa.

"Tujuan dilakukannya pemasangan plang stiker ini supaya berdampak efek jera terhadap penunggak pajak," terangnya.

Tak hanya di lokasi itu, pemasangan akan berjalan kontinue pada bangunan milik 80 WP penunggak pajak lainnya. Terdapat lima bangunan penunggak pajak yang rencananya akan terpasang stiker pada hari ini.

"Di antaranya PT Ujung Lima yang menunggak pajak Rp 10 miliar, PT Gading Selaras yang menunggak pajak Rp 1,1 miliar, PT Puku Benang Sari yang menunggak pajak Rp 589 juta, Hokiarto yang menunggak pajak Rp 935 juta, dan Sugianto Hardi yang menunggak pajak Rp 646 juta," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Pemrov DKI Jakarta merugi sekitar Rp 73 miliae akibat penunggakan PBB tersebut. Upaya persuasif telah dilalui hingga akhirnya kedepan akan dilakukan cara paksa.