Jumat, 17 Agustus 2018 14:39:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih
Dishub DKI Pastikan LRT Jakarta Gagal Beroperasi Saat Asian Games 2018
Ujicoba LRT Fase I Kelapa Gading - Velodrome Rawamangun.
Foto : Yatti Febriningsih
 

JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah melakukan uji coba kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta koridor Kelapa Gading - Velodrome pada Rabu (15/8). Namun, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah memastikan kereta ini tidak bisa digunakan untuk menyemarakkan ajang Asian Games 2018, yang akan diselenggarakan mulai besok Sabtu, 18 Agustus hingga 2 September mendatang. 

“Kalau besok udah Asian Games, ya berarti udah enggak (bisa beroperasi),” ujar Andri saat ditemui usai melaksanakan upacara 17 Agustus di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018). 

Terkait uji coba yang dilakukan pihak Jakpro kemarin itu juga telah diikuti oleh para jurnalis, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan karyawan Jakpro. Uji coba kereta dilakukan dari titik awal yaitu di stasiun Velodrome hingga Stasiun Boulevard Utara.  Namun, Andri menegaskan, sampai sekarang pihaknya masih belum mengeluarkan izin operasional. 

“Itu (uji coba) kalau enggak salah pengecekan akhir kesiapan secara teknis, kan boleh aja. Silakan-silakan saja. Tapi izin operasionalnya belum,” kata Andri. 

Soal uji coba, pihak Dishub DKI mengaku tidak bisa melarang pihak Jakpro ataupun PT LRT Jakarta untuk melalukan pengujian. Menurut dia, rangkain uji coba tetap bisa dilakukan guna memastikan kesiapan sebelum resmi dioperasikan. Dengan syarat tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. 

“Monggo-monggo aja (uji coba). Tapi yang ditanyakan kan udah keluar belum izin operasionalnya, saya mengatakan belum. Seandainya LRT melakukan uji coba saya enggak bisa cegah juga, kan mungkin juga akan menguji teknis, kehandalan, dan lain-lain. Tapi izin operasi belum kami keluarkan,” papar Andri

Lebih lanjut, soal perkembangan surat rekomendasi, sampai saat  ini masih dalam tahap pembahasan. Andri tidak bisa memastikan apa kendala yang membuat surat rekomendasi tersebut belum juga dikeluarkan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Itu sebabnya, Dishub DKI Jakarta, Kemenhub, dan Dirjen Perkeretaapian akan membahas terkait masalah ini dalam waktu dekat. 

“Tanggal 20 akan ada pembahasan, undangan dari Kemenhub. Sekali lagi, izin keluar setelah dapat rekomendasi dari Kemenhub. Kalau rekomendasi sudah keluar, kami juga enggak tahan-tahan keluarin izin operasi. Jadi kita tunggu,” pungkas Andri. 

Sebagai informasi, LRT Jakarta memiliki enam stasiun yakni Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Boulevard Utara, dan Stasiun Pegangsaan Dua. Adapun nilai investasi untuk pengerjaan LRT Jakarta koridor Kelapa Gading – Velodrome sepanjang 5,6 KM ini adalah sebesar Rp7.45 triliun untuk keseluruhan. Sebelumnya, proyek ini ditargetkan untuk bisa selesai sebelum Asian Games 2018. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda