Kelapa Gading > Laporan Utama

Dilimpahkan ke Kejari Jakut, Terdakwa WNA Norwegia Siap Disidangkan

Jumat, 12 Januari 2018 10:32 WIB
Editor : Arif Muhamad Rian | Reporter : Adi Wijaya

Terdakwa WNA Norwegia
Terdakwa WNA Norwegia
Foto : istimewa

Share this








Terdakwa WNA Norwegia tersebut menggelapkan sebanyak 108 lembar saham milik milik PT Bahari Lines Indonesia senilai Rp 1,2 miliar.

TANJUNGPRIOK - Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menerima limpahan terdakwa Morten Innhaug dari Kejaksaan Tinggi Negeri dan Polda Metro Jaya. Warga asal Norwegia itu didakwa kasus pemalsuan tanda tangan dan penggelapan saham milik PT Bahari Lines Indonesia.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasie Pidum) Kejari Jakarta Utara, Dicky Oktavia membenarkan, telah menerima limpahan kasus tersebut. Terdakwa akan ditahan di Rutan Cipinang selama 20 hari. 

"Namun bisa mengalami perpanjangan masa tahanan bila belum putusan peradilan," kata Dicky saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Jumat (12/1/2018).

Dijelaskannya, terdakwa telah menggelapkan sebanyak 108 lembar saham senilai Rp 1,2 miliar dan berbagai aset lainnya. Dia memalsukan tanda tangan petinggi PT Bahari Lines Indonesia, yang juga istri pertamanya, Yanti Sudarno.

"Aset itu dipalsukan untuk diberikan kepada istri keduanya," jelasnya.

Lanjutnya, terdakwa akan menjalankan sidak di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam waktu dekat. Pihaknya telah menugaskan Zulfikar Nasution dan Mat Yasin sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Serta satu JPU dari Kejati Rizki," tutupnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap Morten Innhaug saat bersembunyi di Hotel Aston Marina, Pademangan, Jakarta Utara, pada Senin (13/11/2018). Polisi menuangkannya dengan Pasal 263, 266, 372 KUHP dengan kasus pemalsuan dan penggelapan.