Kelapa Gading > Laporan Utama

Datang ke Penyaluran BPNT, Wakil Wali Kota Jakut Baru Disambut Warga

Senin, 17 Juli 2017 17:45 WIB
Editor : Ivan | Reporter : Muhammad Azzam

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi saat meninjau penyaluran BPNT di Tanjung Priok
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Junaedi saat meninjau penyaluran BPNT di Tanjung Priok.
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Wakil Wali Kota Jakarta Utara yang baru, Junaedi, memantau penyaluran BNPT di Tanjung Priok. Warga pun menyambut baik kedatangan Junaedi.

TANJUNG PRIOK - Wakil Wali Kota Jakarta Utara yang baru, Junaedi, memantau langsung penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Auditorium Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Kecamatan Tanjung Priok, Senin (17/7/2017). Kedatangan Junaedi ke pelaksanaan program Kementerian Sosial RI tersebut disambut warga.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Junaedi datang mengenakan seragam lengkap dengan atributnya. Warga yang sadar dengan kedatangan orang nomor dua di Jakarta Utara itu langsung mendekat dan menyalaminya.

Sementara terkait penyaluran BPNT, tercatat ada 818 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Kelurahan Tanjung Priok dan Sungai Bambu yang menerima BPNT pada penyaluran tahap pertama tersebut.

Adapun total KPM di wilayah Kecamatan Tanjung Priok mencapai 2.927 KPM, dengan rincian Kelurahan Tanjung Priok sebanyak 508 KPM, Sungai Bambu 310 KPM, Kebon Bawang 569 KPM, Warakas 404 KPM, Papanggo 386 KPM, Sunter Jaya 353 KPM, dan Sunter Agung 397 KPM.

"Saya harap BPNT bisa membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di setiap bulannya, mereka akan menerima bantuan non-tunai sebesar Rp 110 ribu untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras dan gula pasir," jelas Junaedi.

Secara bertahap, lanjutnya, warga di Kecamatan Tanjung Priok yang terdaftar sebagai KPM akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Adapun sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan kartu yang memiliki banyak fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan pangan, serta berfungsi sebagai kartu tabungan Bank BNI. Dengan sistem ini, BPNT akan langsung disalurkan ke rekening KPM yang dalam hal ini e-wallet. Bantuan juga hanya dapat digunakan untuk membeli barang sesuai program yang ditetapkan pemerintah, dan hanya bisa dicairkan dalam bentuk komoditas pangan tersebut.

"BPNT hanya dapat dicairkan menjadi beras bersubsidi 10 kg, dan gula pasir 2 kg senilai Rp 110 ribu per orang. Bantuan tersebut tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang. Setidaknya, bantuan ini dapat meringankan biaya pembelian kebutuhan pokok," tutur mantan Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup tersebut seraya menyebutkan jumlah keseluruhan KPM di Jakut ada 53.910 KPM.