Kelapa Gading > Laporan Utama

Pilkada DKI 2017

Cerita Seorang Pasukan Orange Tentang Ahok

Jumat, 21 April 2017 15:40 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Helly, salah satu pasukan orange Kecamatan Koja
Helly, salah satu pasukan orange Kecamatan Koja
Foto : Adi Wijaya

Share this





Seorang pasukan orange di Kecamatan Koja, Jakarta Utara menceritakan kesedihannya tentang Ahok yang kalah Pilkada DKI Jakarta.

KOJA - Kekalahan calon gubernur petahana Basuki Tjahaya (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) dari hasil hitungan cepat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta menyisakan kesedihan bagi pasukan orange. Salah satunya, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Koja, Helly (45).

Perempuan berhijab ini mengaku, kinerja Ahok-Djarot selama ini dianggap dapat memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kalangan bawah. Selama satu dekade Helly menjadi petugas kebersihan, baru memiliki honor setara Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, sebesar Rp 3.350.000, di masa kepemimpinan Ahok.

"Saya bekerja sebagai petugas kebersihan (penyapu jalan) sejak 2007. Waktu itu, honor cuma Rp 300 ribu per bulan," ungkap Helly saat ditemui di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara, Jumat (21/4/2017).

Baginya, Ahok-Djarot telah mengajarkan kedisiplinan dalam menekuni pekerjaan yang dilakukannya. Dicontohkan, sampah tidak boleh berceceran sepanjang lokasi jalan yang menjadi tanggungjawabnya, yakni Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Sulawesi, Koja, Jakarta Utara.

"Pemantauan ketat. Jika sampah dibiarkan berceceran, maka akan dikenakan sanksi berupa pemotongan honor. Ini konsekuensi kinerja kami," ungkapnya.

Baca juga : Anies-Sandi Harus Atasi Macet dan Banjir Jakarta

Terkait akan hadirnya pemimpin Ibu Kota yang baru, Dia berharap ada kepedulian terhadap kesejahteraan para pekerja kecil sepertinya. Jangan sampai pergantian tersebut justru menurunkan kualitas kerja yang dapat menjadikan Jakarta semakin kumuh.

"Kebersihan Jakarta ada di kami (Petugas PPSU). Jika tidak disejahterakan atau bahkan dihilangkan, maka kota ini akan kembali kumuh," tutupnya.