Kelapa Gading > Laporan Utama

Menanti Upah Layak 2018

Buruh di Kawasan Industri Pulogadung Anggap Anies-Sandi Pembohong

Jumat, 10 November 2017 14:20 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Forum buruh di Kawasan Industri Pulogadung
Aksi demonstrasi Forum buruh di Kawasan Industri Pulogadung
Foto : R Maulana Yusuf

Share this








Penetapan UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta menuari reaksi dari forum buruh Kawasan Industri Pulogadung. Mereka anggap Anies-Sandi pembohong.

PULOGADUNG - Forum buruh yang berdemonstrasi di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Kecamatan Cakung, Jakarta Timur menganggap Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pembohong. Hal ini lantaran, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta oleh Gubernur dan Wakil Gubernur cacat hukum.

Untuk itu, mereka menuntut Anies-Sandi merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018. Untuk diketahui, pasangan pemimpin Ibu Kota Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah menetapkan UMP DKI Jakarta 2018 sebesar Rp 3,6 juta pada 1 November 2017.

Tohenda, salah satu koordinator buruh dalam orasinya di bundaran KIP mengatakan aksinya bersama ratusan buruh untuk berjuang menagih janji Anies-Sandi saat kampanye Pilkada lalu. Ia menganggap Anies-Sandi yang baru dua minggu menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur sudah bertindak semena-mena dan berbohong kepada mereka, yakni para buruh.

“Baru dua Minggu mereka  menjabat dua minggu pula ia menjadi  pembohong,"katanya dalam orasi, Jumat (10/11/2017).

Menurut Tohenda, penetapan UMP DKI Jakarta 2018 seharusnya merujuk pada kejadian 2017 lalu. Yakni, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah mengabulkan tuntutan buruh dengan mencabut Pergub Nomor 207 tentang UMP 2017.

“Artinya Gubernur dan Wakil Gubetnur harus mengacu kepada kepeda keputusan PTUN dan kembali menetapkan UMP berdasarkan undang-undang 13 tahun 2003,"cetusnya.