Jumat, 15 Desember 2017 12:25:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf
Menhub Bersama Anies Sandi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Kantor Kementerian Perhubungan.
Foto : Yatti Febriningsih
 

TANJUNG PRIOK – Semasa kepemimpinan DKI Jakarta di bawah Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kebiasaan unggah video rapat pimpinan ke Youtube kerap dilakukan. Tujuannya, transparasi kepada masyarakat Ibu Kota terhadap program kerja yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Namun, kebiasaan tersebut mendadak hilang saat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Kedua pemimpin itu, enggan mengunggah video rapat pimpinan, baik pembahasan dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pihak swasta maupun legislatif yakni DPRD.

Tentu ini menimbulkan ragam komentar dari masyarakat. Salah satunya, warga Sunter Monica. Ia menyayangkan langkah Anies-Sandi yang memilih menghentikan kebiasaan unggah video ke youtube seperti era Jokowi-Ahok.  Karena saat ini merupakan era transparansi yang juga sudah dimulai oleh Gubernur sebelumnya.

"Sayang sekali padahal sudah dimulai di era pak Jokowi dan pak Ahok,"ungkapnya saat berbincang dengan infonitas.com Jumat(15/12/2017).

Padahal, kata monica dengan diunggahnya video rapat jadi masyarakat bisa mengetahui yang sebenarnya. "Jangan takut video tersebut dijadikan meme oleh masyarakat selama yang dibicarakan dalam rapat memang benar untuk kepentingan masyarakat,"ujarnya.

Komentar yang sama juga dilontarkan Jansen, warga Sunter Agung lainnya. Menurutnya,  untuk keterbukaan informasi memang lebih baik video rapat pimpinan di upload di youtube, jadi semua masyarakat tahu apa yang sedang dikerjakan dan diupayakan oleh Pemprov DKI.

Selain itu, masyarakat juga tahu mengenai kemajuan atau kemunduran di wilayah DKI ini. "Jika sudah ada keterbukaan informasi maka masyarakat bisa mengawasi kinerjanya dan bisa memberi masukan yang positif untuk kemajuan DKI Jakarta,"katanya.

Namun, Jansen juga menghargai keputusan Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tidak mengupload video rapatnya. Ia menilai Anies-Sandi memiliki pertimbangan, seperti risih jika harus mengunggah semua hasil rapat di media sosial.

“Jadi itu sudah kebijakan dari anies sandi, tidak apa apa, lebih baik masyarakat bisa bantu kasih masukan yang positif saja, supaya anies sandi bisa bekerja dengan maksimal untuk memimpin DKI Jakarta,"tutupnya.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda