Kelapa Gading > Laporan Utama

Menyoal Penggusuran Di Jakarta

Aksi Penggusuran di Mata Warga Gading

Rabu, 11 Oktober 2017 13:30 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : R Maulana Yusuf

penggusuran di Jakarta 2
Penggusuran
Foto : R Maulana Yusuf

Share this








Penggusuran sah-sah saja dilakukan, demi menjaga keindahan kota. Namun, harus diimbangi dengan relokasi bagi warga yang terkena penggusuran.

KELAPA GADING – Di masa kepemimpinan Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat penggusuran di pemukiman warga kerap terjadi. Di antaranya, Kampung Pulo, Bukit Duri, Kampung Aquarium, Muara Baru, Kalijoda, dan wilayah lainnya. Penggusuran ini menimbulkan beragam pendapat.

Refi misalnya. Warga Kelapa Nias VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara ini mengatakan tujuan penggusuran yang dilakukan selama ini sebenarnya baik. Untuk keindahan kota. Namun, harus diimbangi dengan relokasi ke tempat yang lebih layak bagi warga yang terkena gusur.

“Baik apabila dilakukan dengan cara yang benar dan tidak merugikan warga. Saya tidak setuju dengan penggusuran yang akhirnya hanya menambah sengsara warga,” ungkapnya.

Serupa diutarakan Lilly, warga Apartemen Wisma Gading Permai, Kelapa Gading Timur. Menurutnya, penggusuran yang dilakukan pemerintah sudah baik, karena diberikan tempat yang layak. Seperti rusun. “Kalau untuk penggusuran, saya setuju. Untuk menjadikan kota yang lebih rapi dan bersih. Sebaiknya diimbangi relokasi. Warga yang digusur diberikan tempat yang selayaknya untuk penggantian tempat tinggal mereka,” ujarnya.