3 Masalah Utama di Jakarta Utara
Kelapa Gading > Laporan Utama

3 Masalah Utama di Jakarta Utara

Senin, 09 Januari 2017 19:30 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

AHY
AHY

Share this





Semua pihak baik pemerintah dan swasta harus bersinergi melakukan pembenahan di Jakarta Utara.

KOJA - Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut masih banyak persoalan yang menyelimuti wilayah Jakarta Utara. Antara lain, kemiskinan, banjir, dan jalan rusak. Bila terpilih, di berjanji akan mengatasi permasalahan tersebut.

Setelah beberapa kali blusukan di sejumlah wilayah, Dia pun berharap jika terpilih menjadi orang nomer satu di Jakarta pihaknya akan membenahi dan memparbaiki permasalahan tersebut.

"Saya biasa gerilya di Tugu Selatan, menyapa langsung masyarakat di sana. Saat berkeliling banyak yang menyampaikan bahwa masih ada saluran air yang tersumbat dan banjir saat ini," kata Agus saat berada di Koja, Senin (9/1/2016).

"Begitupun di tempat lainnya di Jakarta Utara. Permasalahannya memang beragam. Namun, yang paling menonjol ya soal banjir, jalan rusak, dan kesejahteraan,” sambung Putra sulung Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Tentunya, tambah Agus, pembenahan tidak akan bisa dilakukan seorang diri. Butuh campur tangan juga dari pemerintah dan para stake holder. “Semua harus bersinergi membenahi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.







Kelapa Gading > Laporan Utama

Persiapan Hadapi Debat, Djarot Akan Terapi Pijat

Jumat, 13 Januari 2017 11:01 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

 Calon Wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.
Calon Wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Share this





Djarot mempercepat blusukan untuk mempersiapkan debat kandidat calon gubernur.

PULOGADUNG – Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mempercepat agenda blusukannya di lokasi kedua, yakni di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Kamis (12/1/2017) petang. Hal itu dilakukannya untuk melakukan persiapan debat resmi yang akan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada Jumat (13/1/2017) malam.

"Saya enggak bisa lama-lama disini. Saya mau dipijit dulu. Karena sudah lama selalu turun ke lapangan, jadi enggak sempat mijit badan," tutur Djarot saat blusukan di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis sore (12/1/2017).

Warga sekitar yang turut menyalami mantan Wali Kota Blitar itu pun ikut mengomentari ucapan Djarot tersebut. "Iya pak, biar fresh (segar) hadapi besok debat kandidat ya Pak," ucap warga.

Djarot pun kembali membalas sejumlah warga yang menanggapi komentarnya itu. "Iya betul banget. Saya mau mijit badan supaya besok fresh. Bener itu," jawab mantan Wali Kota Blitar itu.

Sebelum menuntaskan kunjungannya di kawasan padat penduduk itu, Djarot pun tidak lupa berpesan agar warga di kawasan Cipinang itu mengajak seluruh kerabat dan tetangganya untuk mencoblos pasangan nomor urut dua itu pada 15 Februari mendatang.

"Jadi jangan lupa pilih nomor dua. Apa cukup (suara) di sini doang? Tidak ya. Makanya kalian harus keliling kemana-mana untuk ajak yang lain pilih nomor dua," pungkas D







Kelapa Gading > Laporan Utama

Ahok Ingin Kasus yang Menjeratnya Cepat Selesai

Senin, 09 Januari 2017 15:54 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

ahok
ahok

Share this





Saat ini, sidang kasus dugaan penistaan agama sudah berlangsung sebanyak 4 kali.

JAKARTA – Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap kasus dugaan penistaan agama yang menjeratnya dapat cepat terselesaikan. Sehingga, dia bisa lebih fokus menjalani proses pencalonannya dalam Pilkada DKI 2017.

"Saya berharap ini segera selesai. Perjuangan saya sama Pak Djarot  belum selesai. Saya minta izin ingin menyelesaikan tugas ini," ujar Ahok di Pondok Pesantren Soko Tunggal, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (9/1/2017).

Saat ini, sidang kasus dugaan penistaan agama sudah berlangsung sebanyak 4 kali. Persidangan keempat digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

“Saya pun minta doa dari masyarakat lain. Termasuk, dari Gus Nur. Saya dan Gus Nur sudah berteman sejak lama. Namun, saya jarang datang. Ini pertemua pertama. Saya terkesan beliau sangat menguasai ilmu agama,” tuturnya.

 

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Baru tiba di Koja, AHY Diteriaki Nama Anies Bawedan

Senin, 09 Januari 2017 15:15 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu Muntinanto

kampanye
kampanye

Share this





Para relawan pendukung AHY langsung menangkap Firdaus, seorang yang berteriak nama Anies saat kampanye AHY di Koja.

KOJA - Pasangan nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan menyambangi kawasan padat penduduk Jalan H. Tiung, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Sesampainya di jalan tersebut, AHY langsung disambut oleh pendukungnya.

Namun, tidak semua meneriaki nama AHY. Ada juga sejumlah warga yang justru meneriaki nama Anies Baswedan. “Hidup Anies, hidup Anies, hidup Anies," teriak Firdaus (28), Senin (9/1/2017).

Mendengar itu, para relawan pendukung AHY langsung menangkap Firdaus. "Kami akan bawa ini ke panwaslu jakut, yang pasti dia bersalah," ungkap salah seorang relawan AHY.”

Polisi yang mengetahui hal itu, langsung mengmankan pelaku peneriak AHY ke kantor polsek Koja Jakarta, Utara. Sejumlah identitas dan kendaraan motor milik pelaku turut diamankan.

Sementara, kampanye AHY di pemukiman padat penduduk Koja terus dilanjutkan hingga ke jalan STM Walang Koja, Jakarta Utara.

 

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Gus Nur Tanggapi Positif Kedatangan Ahok

Senin, 09 Januari 2017 14:41 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

gusnur
gusnur

Share this





Pondok Pesantren Soko Tunggal terbuka. Selama bermaksud baik, siapa saja boleh berkunjung.

CIPINANG - Pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal KH Nuril Arifin Husein (Gus Nur menilai positif kedatangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke pondok pesantren.

Menurut dia, itu menandakan Ahok bisa menghormati agama. Soal indikasi dukungan yang diberikan olehnya, Gus Nur tidak mau berkomentar lebih jauh.

Menurut dia, Pondok Pesantren Soko Tunggal terbuka. Siapa saja boleh datang. “Calon lain, seperti Agus Yudhoyono atau Anies Baswedan juga kami sangat terima. Namun, bukan berarti itu dukungan,” tuturnya, Senin (9/1/2017).

Yang pasti, calon gubernur menyambangi pesantren merupakan langkah tepat. “Kalau tidak ada yang datang ke pesantren, berarti itu calon yang tidak baik,” tandasnya.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

Ahok Sambangi Pondok Pesantren Soko Tunggal

Senin, 09 Januari 2017 13:16 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : Wahyu

Ahok
Ahok

Share this





Pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein menanggapi positif kedatangan Ahok

CIPINANG – Meski tengah menjalani proses hukum, calon gubernur nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap fokus dalam pertarungannya di Pilkada DKI 2017.

Hari ini, Ahok menyambangi Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal di Gg Sodong Utara, Rawamangun,  Cipinang,  Jakarta Timur.

"Saya kan sudah terdakwa, nasib saya di Tuhan. Saya harap dapat dukungan dari teman-teman lama. Soalnya, perjuangan saya dan Djarot untuk Jakarta belum selesai, tanggung. Kami minta ijin untuk menyelesaikan," ujar Ahok,  Senin (9/1/2017).

Pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal, KH Nuril Arifin Husein menanggapi positif kedatangan Ahok. Pria yang akrab disapa Gus Nur tersebut menilai, Ahok sangat menghargai agama.

"Panjanengan (kamu) datang ke sini menghilangkan stigma bahwa sampean (kamu) tidak hargai ulama," kata Gus Nur.

 







Kelapa Gading > Laporan Utama

PPS Kelapa Gading Barat Mendata Pemilih Pilkada DKI

Selasa, 13 September 2016 17:33 WIB
Editor : Andi MZ | Reporter :

Ilustrasi-Pilkada DKI.
Ilustrasi-Pilkada DKI.

Share this





PPS Kelapa Gading Barat Mendata pemilih Pilkada DKI termasuk penghuni apartemen.

KELAPA GADING – Pada pemilihan legislatif 2014, banyak warga apartemen di wilayah Kelapa Gading tak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak terdata. Pada Pilkada 2017, PPS Kelurahan Kelapa Gading Barat memastikan hal itu tidak terulang.

Muhammad Ismail, Ketua PPS Kelurahan Kelapa Gading Barat, mengatakan untuk memastikan warga apartemen terdata sebagai pemilih, jauh-jauh hari PPS melakukan sosialisasi di apartemen. Selain itu, warga Kelapa Gading Barat yang tidak terdata, bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat menunjukkan E-KTP.

Ia menjelaskan pendataan pemilih dilakukan mulai dari 8 September sampai 7 Oktober 2016. Pendataan dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). “Pemegang KTP Jakarta namun bukan Kelapa Gading Barat, bisa memilih di sini namun sebelumnya mengisi formulir dan menyertakan foto kopi KTP,” tuturnya Selasa (13/9/2016).