Kelapa Gading > Kuliner

Rahasia Bakmi Khas Siantar Ini Bertahan 40 Tahun di Ibu Kota

Senin, 18 Desember 2017 11:30 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Bakmi Medan Kebon Jahe
Bakmi Medan Kebon Jahe
Foto : Muhammad Azzam

Share this








Menjaga cita rasa dan terima saran dari konsumen, merupakan rahasia bakmi khas Siantar Ini, Bakmi Medan Kebon Jahe bertahan 40 tahun di Ibu Kota.

KELAPA GADING- Lebih dari 3 dekade lalu, sepasang suami istri asal Siantar, Sumatera Utara mencari peruntungan dengan berjualan bakmi di Tangerang. Karena ketekunan dan konsistensi mereka, yang awalnya hanya berjualan di gerobak, bisa menyewa toko dan menjadi terkenal.

Bakmi Medan Kebon Jahe, hadir pertama di Jalan Baharudin, Tangerang pada tahun 1977, dan saat ini memiliki 7 Cabang. Artinya sudah 40 tahun hadir dan dapat bertahan di tengah-tengah menjamurnya bisnis kuliner pada akhir-akhir ini.

Dari segi tampilan setiap restorannya tidak ada yang istimewa, gaya tempatnya sederhana saja seperti makanan pinggiran, tetapi selalu ramai.

Budi Setiawan, Pemilik Bakmi Medan Kebon Jahe menjelaskan rahasia tetap eksis dan dikenal banyak orang, ialah berpegang pada pesan kedua orang tuanya. Pesan tersebut, mengedapkan mengalah, dalam artian setiap ada kekurangan harus segera diganti.

"Pesan orang tua saya ya, kita dalam berdagang harus selalu mengalah untuk kedepannya lebih baik, kita dagang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan jadi harus diperbaiki, mengalah dengan kata lain, kita ganti dan perbaiki kalau ada yang kurang dengan yang baik,"ungkapnya.

Budi menjelaskan cita rasa yang khas dengan sajian bahannya yang fresh, dapat menjaga kualitas masakan yang disajikan. Tentu saja, ia tidak pernah lupa dengan selalu terima masukan dan saran dari konsumen.

"Masukan konsumen itu penting untuk kemajuan kita, dan yang terpenting ini kan bisnis keluarga ya jadi kita harus kompak. Saya berharap bisa melebarkan cabang bakmi ini di seluruh Indonesia dan bisa setara dengan bakmi Gajah Mada,"tutupnya.