Kelapa Gading > Kesehatan

Sindrom Brugada, Penyakit yang Membunuh Saat Tidur

Rabu, 17 Mei 2017 20:00 WIB
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Ilustrasi
Ilustrasi
Foto : istimewa

Share this








Sindrom brugada merupakan penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak. Sindrom ini sering menyerang ketika orang sedang tidur.

KELAPA GADING – Banyak penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada manusia. Salah satunya adalah penyakit jantung. Tanpa ditandai gejala sakit atau semacamnya, penyakit ini bisa merenggut nyawa seseorang.

Satu dari sekian banyak jenis penyakit jantung yang mematikan adah sindrom burgada. Ini merupakan tidak normalnya sistem listrik jantung sehinggga terjadi kelainan irama jantung.

Sindrom ini umumnya menyerang orang saat sedang tertidur. Sehingga, sindrom ini pun membuat penderita tidur selamanya alias meninggal dunia.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yoga Yuniadi seperti dikutip dari Kopas.com mengatakan, sindrom brugada terjadi karena kelainan pertukaran ion di dalam sel jantung.

“Pertukaran ion mengaktifkan listrik di jantung. Kalau ada gangguan pada pertukaran ion tersebut, khususnya natrium, bisa terjadi kelainan brugada," jelas Yoga.

Gangguan irama jantung pada sindrom brugada bisa berakibat fatal, yaitu ventrikel fibrilasi. Jika gangguan irama jantung ventrikel fibrilasi berlangsung selama 30 detik, bisa terjadi kematian mendadak. Jika dilihat melalui rekaman EKG, irama jantung ternyata tidak teratur.

"Khasnya, sindrom brugada ini banyak serangan aritmia (gangguan irama jantung) yang terjadi ketika tidur," lanjut Yoga.

Baca Juga : Kondom Tipis, Bikin Seks Makin Romantis

Sindrom brugada ini bisa terjadi pada usia muda, umumnya laki-laki. Faktor risiko brugada sejauh ini diduga karena genetik atau ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kematian mendadak di usia muda.

Maka itu, kata Yoga, jika memiliki riwayat keluarga meninggal karena serangan jantung di usia muda, rajinlah cek kesehatan. Hindari juga faktor risiko terjadinya serangan jantung dengan menjaga pola makan sehat, rajin olahraga, dan tidak merokok.