Kelapa Gading > Kesehatan

Mitos Atau Fakta? Mandi Air Garam Bisa Sembuhkan Penyakit

Senin, 02 April 2018 14:01 WIB
Editor : Wahyu AH | Reporter : R Maulana Yusuf

Garam
Ilustrasi - Garam
Foto :

Share this








Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan mandi air garam bisa menyembuhkan penyakit. Mandi air garam hanya sekadar terapi tambahan.

KELAPA GADING - Sebagian besar orang percaya bahwa mandi air garam memiliki manfaat untuk kesehatan mulai dari mengurangi nyeri bahkan menyembuhkan penyakit.

Namun,  menurut Dr. Theresia Movita, SpKK, dokter spesialis kulit dan Kelamin Rumah Sakit Gading Pluit, kebenaran dari kebiasaan berendam air garam belum sepenuhnya benar. Bukti ilmiah mengenai hal tersebut hingga saat ini belum cukup kuat meskipun ada saja orang yang merasakan. 

Mandi air garam dengan mencampurkan garam dengan air hangat di bak mandi jarang dilakukan oleh orang Indonesia. Tetapi  pernah dilakukan untuk penderita Dermatitis atopik atau yang biasa dikenal dengan eksim namun bukan pengobatan utama.

"Kalau penyakit dermatitis atopik itu sudah ada yang meneiliti. Memang ada perbaikan, tapi bukan terapi utama, utama terapi medis, tetap dikasih obat atau krim untuk mencegah implamasi," katanya saat berbincang dengan infonitas.com akhir pekan lalu.

Selain itu, ada pula penelitian untuk penyakit Psoriasis atau penyakit peradangan kulit namun yang digunakan adalah dengan berendam selama 15-20 menit di laut mati yang berada di negara Israel. 

"Belum ada penelitian yang cukup atau dipercaya untuk manfaat mandi air garam,  hanya sebagai terapi tambahan saja," ujarnya.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menyatakan belum ada literatur dari sisi medis yang bisa membuktikan. "Di dunia medis sendiri larutan garam digunakan untuk mengompres atau membersihkan luka dan yang digunakan ialah larutan garam sterik atau cairan di impus. Oleh karena itu menurut saya mandi air garam itu  masih mitos, belum ada penelitian yang terbukti," tandasnya.