Kelapa Gading > Kesehatan

Guna Mengurangi Dampak Negatif, Kenali Gejala Stres di Tempat Kerja

Rabu, 11 Oktober 2017 15:15 WIB
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : R Maulana Yusuf

Mental Health Day
Ilustrasi - Mental Health Day
Foto : istimewa

Share this








Stres muncul ketika tuntutan situasi tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya atau kebutuhan individu.

SUNTER AGUNG – Setiap orang pasti pernah mengalami stress dalam hidupnya. Stres merupakan kondisi fisik, psikis, emosional yang tidak sehat, yang muncul ketika seseorang dihadapkan pada tekanan di lingkungannya. Stres muncul ketika tuntutan situasi tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya, atau kebutuhan individu.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa (World Mental Day) yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2017 kemarin. Psikolog Rumah Sakit Royal Progress Benedictine Widyasinta, M.Si.,Psikolog menyoroti kesehatan jiwa di tempat kerja.

Mengenali gejala-gejala stres di tempat kerja dapat membantu mengurangi dampak negatif dari stres baik dalam tataran individu yang sedang mengalami stres maupun lingkungan kerja.

Menurutnya ada beberapa gejala-gejala stres, yakni gejala perilaku, fisik, dan psikis. Untuk gejala perilaku, akan menjadi kurang kooperatif saat di kantor, melakukan kesalahan, kurang suka bergaul dengan rekan kerja. Di luar kantor menjadi tidak nyaman dalam berinteraksi dengan orang lain, kurang mampu melakukan tugas-tugas rumah, mengabaikan penampilan diri.

Sedangkan, gejala fisik mulai dari sakit kepala, migrain, sakit perut, tekanan darah tinggi, perubahan pola tidur, otot tegang/kram, sakit di punggung/pundah/leher, merasa tidak sehat, lelah, dan tidak mau bekerja. Untuk gejala psikis contohnya, menghayati tempat kerja sebagai tempat yang mengancam, cemas, depresi, apatis, tegang dan gelisah, rendah diri, mudah lupa, merasa tidak berdaya untuk mengubah situasinya, hingga kehilangan semangat kerja.

Benedictine menambahkan, gejala tersebut bisa berdampak negatif bukan hanya kinerja Anda namun juga mempengaruhi interaksi dengan rekan-rekan dan suasana kerja secara keseluruhan. Bagaimana cara seseorang menghadapi stres tidak bisa terlepas dari kepribadian, sejarah hidupnya di masa sebelumnya, dan persepsi mengenai situasi yang dihadapi.

Tidak semua stres itu negatif. Seperti mengakibatkan depresi, cemas, dan lainnya.  Ada stres yang memiliki dampak positif. Karena memacu seseorang untuk berprestasi lebih baik dan mencapai tujuannya.

“Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan bantuan psikologis atau psikiatris agar individu dapat terbantu. Setiap individu berhak dan layak untuk ditolong apabila mengalami stress/kesulitan/masalah dalam hidupnya (kalau perlu memperoleh pertolongan dari profesional seperti psikolog atau psikiater). Sehingga dapat mengatasi masalahnya dan pulih mencapai kondisi sehat mental, produktif, dan maju,” pungkasnya.